Apa saja tanda-tanda atau indikator adanya virus komputer di komputer Anda? Silakan saja lihat beberapa tanda-tanda berikut ini.
Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya dan itu berlangsung secara konsisten.
Komputer tiba-tiba berhenti atau tidak merespon dan hal tersebut sering terjadi.
Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
Komputer tiba-tiba restart dan tidak bisa berjalan normal kembali.
Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya.
Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.
Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.
Hal tersebut di atas merupakan gejala umum bahwa suatu komputer terinfeksi oleh virus komputer, tetapi itu bisa juga terjadi akibat dari gangguan pada hardware atau juga software. Solusi utamanya ialah dengan melakukan instalasi antivirus yang selalu up-to-date.
Demikian tulisan singkat mengenai mengenal tanda-tanda komputer jika terinfeksi oleh virus komputer. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui pratiwi.mileniawati@gmail.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di www.sony-ak.com.
SUMBER: UNILA.AC.ID
Jumat, 31 Oktober 2008
GEJALA-GEJALA KOMPUTER TIDAK OPTIMAL
Diposting oleh mr.agung di 10/31/2008
PENGENALAN LAN
1.Pendahuluan
Pada bagian ini akan dibahas mengenai bermacam-macam media yang biasa digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer terutama media kabel.
2.Jenis-jenis Media Implementasi Jaringan
2.1.Kabel Twisted Pair (shielded dan unshielded)
Kabel twisted pair dapat dibagi menjadi dua macam yaitu shielded yang memiliki selubung pembungkus dan unshielded yang tidak mempunyai selubung pembungkus. Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
· merupakan sepasang kabel yang di-twist satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik.
· dapat terdiri dari dua, empat, atau lebih pasangan kabel
· ada dua jenis kabel twisted pair yaitu UTP (unshielded twisted pair) dan STP (shielded twisted pair)
· dapat melewatkan signal sampai 10-100 mbps
· hanya dapat menangani satu channel data (baseband)
· koneksi pada twisted pair biasanya menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45
· STP lebih tahan interferensi daripada UTP dan dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi sampai 100 mbps, namun lebih sulit ditangani secara fisik
Gambar Kabel UTP
2.2.Kabel Koaksial
Kabel ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
· paling populer digunakan pada Local Area Network (LAN)
· memiliki bandwidth yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband (multiple channel)
· ada bermacam-macam jenis kabel coax seperti kabel TV, thick, ARCnet, dan thin coax.
· thick coaxial dikenal dengan nama 10Base5, biasanya digunakan untuk kabel backbone pada instalasi jaringan ethernet antar gedung. Kabel ini sulit ditangani secera fisik karena tidak flexibel dan berat, namun dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan repeater.
· thin coaxial lebih dikenal dengan nama RG-58, cheapernet, 10Base2, dan thinnet, biasanya digunakan untuk jaringan antar workstation. Dapat digunakan untuk implementasi topologi bus dan ring karena mudah ditangani secara fisik
Gambar Kabel kaksial thick atau thick ethernet
2.3.Fiber Optic
· Mahal
· Bandwidth lebar
· hampir tidak ada resistansi dan loss
· tidak bisa di-tap di tengah
· tidak terganggu oleh cuaca dan panas
· merupakan salah satu kabel utama di masa depan
Gambar Fiber Optik
2.4.Wireless
· instalasi mudah dilakukan
· setiap workstation berhubungan dengan hub atau cosentrator melalui gelombang radio atau infra merah
3.Komponen Jaringan Ethernet
Sampai saat ini Ethernet menggunakan media kabel thin coax, thick coax, fiber optic, dan UTP dengan jumlah node maximum 1024.
Pada instalasi jaringan yang luas, biasanya antar gedung:
· biasanya digunakan kabel fiber optic atau thick coax sebagai backbones. Kabel Backbones ini berfungsi sebagai bus segment linier dengan panjang maximum 500 m, dan 2500 m jika menggunakan repeater, dimana satu segment dapat dihubungkan dengan 100 node.
· komputer dihubungkan ke backbones dengan manggunakan drop cable, melalui sebuah transceiver.
Gambar Thick coax sebagai backbone pada jaringan thick-ethernet
Untuk instalasi yang lebih kecil, biasanya dalam satu gedung:
· digunakan kabel thin coax atau UTP.
· jarak maximum satu segment kabel thin coax adalah 185 m - 300 m dan 100 node per segment
· kabel UTP digunakan dengan topologi star, dan memerlukan sebuah hub atau consentrator yang diletakkan di tengah-tengah topologi star.
Gambar Implementasi ethernet dengan thin-coax
4.INSTALASI KABEL
4.1.Instalasi Kabel Ethernet
Kabel thin-ethernet dibuat dengan kabel coax RG-58. Panjang minimal satu segment adalah 18 inchi. Pada kedua ujung kabel ini dipasangi konektor BNC. Dibutuhkan juga konektor T BNC. Kedua ujung segment kabel harus dipasangi BNC Terminator.
4.2.Instalasi Kabel Thin-Ethernet
· satu segmen terdiri dari:
1. kabel koaksial RG-58
2. sepasang konektor BNC
· untuk menghubungkan sebuah node digunakan BNC T
· satu segmen harus diakhiri dengan terminator BNC
· panjang minimum 18 inchi
Gambar Contoh segment kabel thin coax
4.3.Instalasi Kabel Thick-Ethernet
· satu segmen terdiri dari:
1. kabel koaksial RG-8
2. sepasang konektor BNC
· untuk menghubungkan sebuah node digunakan transceiver dan drop cable melalui konektor DB 15
· satu segmen harus diakhiri dengan terminator
Gambar segmen kabel thick-coax
4.4.Instalasi Kabel Star-Ethernet
· satu segmen terdiri dari:
1. kabel UTP
2. sepasang konektor RJ-45 atau RJ-11
· tidak ada persilangan antar kaki-kaki konektor
Kabel UTP yang digunakan adalah 24 AWG. Dibutuhkan juga konektor RJ-45 dan RJ-45 crimp tool untuk memasangkan kabel ke konektornya. Untuk topologi star dibutuhkan juga consentrator yang berfungsi sebagai pusat perkabelan dan meneruskan paket-paket ethernet ke tujuan yang benar.
Pada kabel UTP biasa terdapat 8 kabel yang berwarna-warni. Pada kecepatan transfer yang berbeda maka susunan warna kabel UTP sebaiknya memakai aturan yang standart.
Untuk kabel yang digunakan pada kecepatan transfer data 10Mbps maka susunan kabelnya bebas, asalkan selang-seling antara satu warna dengan warna putih pasangannya. Selain itu agar kabel bisa konek , kedua ujung kabel yang sudah dipasang konektor bila disejajarkan urutan kabelnya harus sama.
Sedangkan untuk kabel yang digunakan pada kecepatan transfer data 100Mbps, susunan kabel digambarkan pada job sheet.
Gambar Kabel UTP dan konektornya
4.5.Menghubungkan PC ke Jaringan Ethernet
Setiap PC dihubungkan ke jaringan ethernet dengan perantaraan Network Interface Card (NIC) yang cocok untuk digunakan dengan kabel coax, twisted pair, atau fiber-optic.
Gambar Network Interface Card dan jumper-jumpernya
Agar dapat digunakan, semua NIC harus memiliki device driver untuk setiap sistem operasi. Device driver ini dapat diperoleh dari pembuat operating sistem maupun dari pembuat NIC itu sendiri.
Diposting oleh mr.agung di 10/31/2008
PENGENALAN LAN
Pendahuluan
Kalo kita berbicara masalah internet, ada pandangan bahwa internet itu merupakan suatu hubungan antar komputer di seluruh dunia dengan pusat pada suatu komputer tertentu. Pandangan ini kurang benar, karena sebenarnya Internet merupakan kumpulan dari jaringan-jaringan besar ataupun kecil diseluruh dunia. Nah, sebagai awalan kita akan mepelajari bagian internet tersebut yaitu jaringan local.
Tujuan dari jaringan komputer adalah untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokawi ke lokasi yang lain. Karena suat perusahaan memuliki keinginan/kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut dengan LAN Topologies.
Terdapat enam Network Topologi yaitu :
Ø Star
Ø Mesh
Ø Ring
Ø Bustree
Ø Hybrid
Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sbb :
- Twisted pair
- Coaxial cable
- Optical cable, atau
- Wireless.
Physical Topologi adalah bagaimana kabel digelar sedangkan Logical Topologi adalah bagaimana jaringan (network) bekerja pada ‘physical wiring’. Harus diingat bahwa representasi secara logical dari suatu topologi mungkin bias sangat berbeda dengan implementasi secara fisiknya (physical implementation).
Sebagai contoh semua workstation dalam suatu token ring, secara logical dihubungkan secara ring. Akan tetapi secara fisik setiap station dihubungkan (attached) ke ‘central hub’, seperti sebuah star topologi.
1. Topologi Jaringan
1.1 Topologi Bus atau Daisy Chain
Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
· merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
· umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
· signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
· problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
Topologi Bus
1.2 Topologi Ring
Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:
· lingkaran tertutup yang berisi node-node
· sederhana dalam layout
· signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
· problem: sama dengan topologi bus
· biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star
Topologi Ring
1.3 Topologi Star
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
· setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
· mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
· keunggulan : jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
· dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP
Topologi Star
1.4 Topologi Mesh
MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.
1.5 Topologi TREE
Tree topologi dibangun oleh Bus network yang dihubungkan secra bersama-sama. Contoh : setiap gedung dalam suatu kampus memiliki Bus Network yang telh terpasang, maka setiap network dapat disambungkan secara bersama untuk membentuk sebuah tree teknologi yang bisa mengcover semua kampus. Karena tree topologi terdiri dari Bus topologi yang dihubungkan secra bersama maka tree topologi memiliki karakterisitik yang sama dengan Bus topologi.
Dia dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.
HYBRID
Hybrid Network adalah network yang dibentuk dari berbagai topologi dan teknologi. Sebuah hybrid network mungkin, sebagi contoh, diakibatkan oleh sebuah pengambil alihan suatu perusahaan. Sehingga ketika digabungkan maka teknologi-teknologi yang berbeda tersebut harus digabungkan dalam sebuah network tunggal. Sebuah hybrid network memiliki semua karakterisitik dari topologi yang terdapat dalam jaringan tersebut.
Diposting oleh mr.agung di 10/31/2008
INTERNETWORKING / WAN (Wide Area Network)
Pada modul sebelumnya kita telah membahas tentang Lokal Area Network (LAN). Setelah faham tentang network secara lokal, kita sekarang akam mempelajari tentang jaringan yang lebih besar. Jaringan yang besar sebenarnya merupakan kumpulan dari jaringan yang kecil. Yang akan kita bahas disini adalah cara kita menghubungkan jaringan-jaringan kecil menjadi jaringan yang besar. Menghubungkan jaringan satu dengan jaringa yang lain inilah yang biasanya disebut dengan internetworking.
Internetworking umumnya dibangun menggunakan tiga elemen yang berbeda:
· hubungan data LAN
biasanya terbatas dalam satu bangunan atau kampus dan beroperasi menggunakan sistem pengkabelan private
· hubungan data WAN
umumnya menggunakan saluran telekomunikasi data public, seperti X.25 PSDN, Frame Relay, ISDN, ATM
· devais penghubung jaringan
devais ini secara umum dibagi dalam beberapa katagori:
1. repeater
2. bridge
3. router
4. switch
5. converter
Dari kelima katagori devais di atas, lebih mudah menentukan kapan menggunakan repeater, switch, dan konverter dalam situasi internetwork. Keputusan mengenai pemilihan penggunaan router atau bridge merupakan keputusan yang lebih sulit.
Berikut ini perbandingan elemen-elemen internetworking mengacu kepada layer-layer arsitektur jaringan komputer:
1. Repeater
Fasilitas paling sederhana dalam internetwork adalah repeater. Fungsi utama repeater adalah menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Repeater beroperasi pada Physical layer dalam model jaringan OSI. Jumlah repeater biasanya ditentukan oleh implementasi LAN tertentu.
Penggunaan repeater antara dua atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol Physical layer yang sama antara segmen-segmen kabel tersebut. Sebagai contoh, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.
2. Brigde
Sebuah bridge juga meneruskan paket dari satu segmen LAN ke segmen lain, tetapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas daripada repeater. Bridge menghubungkan segmen-segmen LAN di Data Link layer pada model OSI. Beberapa bridge mempelajari alamat Link setiap devais yang terhubung dengannya pada tingkat Data Link dan dapat mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut. Semua LAN yang terhubung dengan bridge dianggap sebagai satu subnetwork dan alamat Data Link setiap devais harus unik. LAN yang terhubung dengan menggunakan bridge umum disebut sebagai Extended LAN.
Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi berbeda dan/atau medium access control yang berbeda. Misalnya, bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband. Bridge mungkin juga menghubungkan LAN Ethernet dengan LAN token ring, untuk fungsi ini, bridge harus mampu mengatasi perbedaan format paket setiap Data Link.
Bridge mampu memisahkan sebagian trafik karena mengimplementasikan mekanisme pemfilteran frame (frame filtering). Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut sebagai store and forward sebab frame yang diterima disimpan sementara di bridge dan kemudian di-forward ke worksation di LAN lain. Walaupun demikian, broadcast traffic yang dibangkitkan dalam LAN tidak dapat difilter oleh bridge.
3. Router
Router memberikan kemampuan melalukan paket dari satu sistem ke sistem lain yang mungkin memiliki banyak jalur di antara keduanya. Router bekerja pada lapisan Network dalam model OSI. Umumnya router memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bridge dan dapat digunakan pada internetwork dengan tingkat kerumitan yang tinggi sekalipun. Router yang saling terhubung dalam internetwork turut serta dalam sebuah algoritma terdistribusi untuk menentukan jalur optimum yang dilalui paket yang harus lewat dari satu sistem ke sistem lain.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN (dan extended LAN) sehingga trafik yang dibangkitkan oleh sebuah LAN terisolasikan dengan baik dari trafik yang dibangkitkan oleh LAN lain dalam internetwork. Jika dua atau lebih LAN terhubung dengan router, setiap LAN dianggap sebagai subnetwork yang berbeda. Mirip dengan bridge, router dapat menghubungkan data link yang berbeda. Seperti contoh, router dapat menghubungkan dua LAN yang berbeda atau untuk menghubungkan data link LAN dengan data link WAN.
4 Switch
Di samping repeater, bridge, dan router, terdapat sejumlah tipe peralatan switching lain yang dapat digunakan dalam membangun internetwork. Tujuan utama menghubungkan LAN menggunakan repeater dan bridge adalah meningkatkan keleluasaan atas beberapa keterbatasan media komunikasi LAN. Alat penghubung ini mampu menambah jumlah perangkat jaringan yang terhubung dalam LAN.
Peralatan switch didesain dengan tujuan yang berbeda dengan repeater, bridge, dan router. Jika perangkat jaringan yang terhubung dalam sebuah LAN menjadi terlalu banyak maka kebutuhan transmisi meningkat melebihi kapasitas yang mampu dilayani oleh medium komunikasi jaringan. Salah satu ide penggunaan router adalah mengisolasikan group fisik jaringan dengan yang lain. Penggunaan router cocok pada sistem internetwork dengan kelompok-kelompok kerja yang terletak dalam lokasi yang kecil. Lalu lintas data dalam jaringan kelompok-kelompok kerja ini tentu lebih besar dibandingkan dengan lalu lintas antar kelompok kerja.
Dalam kasus kelompok-kelompok kerja yang terletak terpisah secara geografis, penggunaan router tetap tidak dapat mengisolasikan lalu lintas data. Lalu lintas data dalam kelompok kerja yang tinggi akan menyebabkan beban di router tetap tinggi karena lalu lintas tersebut selalu melewati router. Cara mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan beberapa segmen medium tranmisi secara paralel dalam internetwork. Router sendiri tetap dapat digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen tersebut dan tetap mampu mengisolasi trafik antarsegmen. Perangkat network dapat dihubungkan ke medium transmisi yang sesuai atau dengan menggunakan hub yang mengimplementasikan fasilitas switching, seperti module assignment hub, bank assignment hub, dan port assignment hub.
5 Converter
Converter dapat dianggap sebagai tipe devais yang berbeda daripada repeater, bridge, router, atau switch dan dapat digunakan bersama-sama. Converter (kadang disebut gateway) memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan pada suatu sistem berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan pada sistem lain yang berjalan di atas arsitektur network berbeda dengan sistem tersebut. Converter bekerja pada lapisan Application pada model OSI dan bertugas untuk melalukan paket antar jaringan dengan protokol yang berbeda sehingga perbedaan tersebut tidak tampak pada lapisan aplikasi.
Di samping menggunakan converter, metode lain untuk menghubungkan jaringan dengan arsitektur berbeda adalah dengan tunelling. Metode ini membungkus paket -termasuk protokolnya- yang akan dilewatkan pada protokol lain. Pembungkusan ini dilakukan dengan menambahkan header protokol pada paket yang akan dilewatkan. Metode ini dapat dilihat sebagai sebuah arsitektur jaringan yang berjalan di atas arsitektur jaringan yang lain. Perangkat tempat terjadinya proses tunnelling ini disebut sebagai portal
A.Internetwork heterogen
Sebuah LAN secara data link sebenarnya dapat terdiri atas beberapa arsitektur jaringan individual yang masing-masing tidak dapat berkomunikasi dengan arsitektur lain. Pada lapisan Data Link NIC di sebuah sistem masih mampu berkomunikasi dengan NIC di sistem lain. Software jaringan yang terletak pada lapisan di atas Data Link hanya akan memperhatikan sistem lain yang kompatibel dengannya dan tidak dapat berkomunikasi dengan sistem yang berjalan dengan software jaringan yang tidak kompatibel dengannya. Fungsi lapisan Transport dan Network pada setiap sistem TCP/IP hanya bisa berkomunikasi dengan sistem TCP/IP lain, NetWare hanya berkomunikasi dengan sistem NetWare lain, begitu pula dengan sistem jaringan lain. LAN seperti ini disebut sebagai LAN heterogen dan internetwork yang menghubungkan LAN-LAN seperti ini disebut sebagai internetwork heterogen.
Sebuah sistem dapat saja mempunyai sebuah data link dengan beberapa jenis software (protokol) jaringan pada lapisan atasnya. Dengan cara ini sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan beberapa protokol jaringan sehingga misalnya sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan server TCP/IP dan server NetWare. Tujuan umum dalam dunia jaringan di masa ini adalah agar pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem komputasi lain di internetwork.
· Internetwork menggunakan bridge
Bridge yang bekerja pada lapisan Data Link mampu menghubungkan LAN-LAN yang berbeda protokol. Bridge tidak akan memeriksa jenis protokol setiap frame yang perlu dilewatkan. Contoh internetwork menggunakan bridge dapat dilihat pada gambar. Dalam internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat berhubungan dengan sistem TCP/IP lain, demikian pula dengan sistem NetWare.
Gambar Internetwork menggunakan bridge
Keuntungan menggunakan bridge:
1. biaya; bridge adalah perangkat yang cukup sederhana dan umumnya lebih murah daripada router
2. kemudahan penggunaan; bridge umumnya lebih mudah dipasang dan dirawat
3. kinerja; karena bridge cukup sederhana, overhead pemrosesan lebih kecil dan cenderung mampu menangani traffic yang lebih tinggi
Kerugian menggunakan bridge
1. volume traffic; bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume traffic total yang relatif rendah
2. broadcast storm; frame broadcast dilewatkan bridge ke seluruh LAN dan ini dapat menyebabkan traffic melebihi kapasitas medium jaringan
3. loop; kesalahan mengkonfigurasi bridge dapat menyebabkan frame berputar melewati bridge tanpa henti
4. alamat yang sama; alamat fisik setiap stasiun dalam jaringan harus berbeda dengan yang lain
5. nama yang sama; jika nama network yang sama digunakan oleh dua atau lebih user akan menyebabkan traffic yang berlebihan
· Internetwork menggunakan router
Keunggulan utama menggunakan bridge dalam membentuk internetwork adalah tidak terlihat oleh fungsi lapisan Transport dan Network. Dari sudut pandang lapisan atas jaringan, extended LAN yang dibangun menggunakan bridge beroperasi sama seperti hubungan data link LAN biasa. Karakteristik seperti ini bisa menjadi kelemahan jika internetwork tumbuh menjadi lebih besar. Extended LAN dapat tumbuh menjadi sangat besar sehingga setiap LAN dapat mengalami saturasi ketika menangani multicast traffic. Dalam hal ini router dapat digunakan untuk menghubungkan LAN-LAN jika memang diinginkan untuk mengisolasi multicass traffic.
Router bekerja pada lapisan Network dan hanya mampu melewatkan paket-paket yang bersesuaian dengan protokol yang diimplementasikan padanya. Untuk router pada internetwork heterogen diperlukan satu buah router untuk setiap jenis protokol pada internetwork tersebut. Contoh internetwork menggunakan router dapat dilihat pada gambar 1. Pada internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat saling berhubungan dengan sistem lain sedangkan sistem NetWare pada sebuah LAN tidak mampu berhubungan dengan sitem NetWare pada LAN yang lain karena tidak terdapat router NetWare yang menghubungkan ketiga LAN di internetwork. Untuk dapat menghubungkan NetWare dalam internetwork ini dapat ditambahkan sebuah router Netware (gambar 2).
Gambar 1 Internetwork menggunakan router
Gambar 2 router penghubung Netware ke internetwork
Keuntungan menggunakan router:
1. isolasi traffic broadcast; kemampuan ini memperkecil beban internetwork karena traffic jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja
2. fleksibilitas; router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu yang dialami jika menggunakan bridge
3. pengaturan prioritas; router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol
4. pengaturan konfigurasi; router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge
5. isolasi masalah; router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut
6. pemilihan jalur; router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antara dua sistem.
Kerugian menggunakan router:
1. tergantung pada protokol; router yang beroperasi pada lapisan Network OSI hanya mampu melalukan traffic yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja
2. biaya; router umunya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal;; overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkannya dapat lebih rendah daripada bridge
3. pengalokasian alamat; dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat network pada sistem itu
4. sistem tak terjangkau; penggunaan tabel routing yang tidak dinamik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain
Diposting oleh mr.agung di 10/31/2008
Pengenalan Komponen pembentuk Kompie
Pengenalan Komponen pembentuk Kompie
A. Peralatan Input
Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai alat input dan output sekaligus. Alat input/output yang demikian disebut dengan terminal. Sedang berdasarkan alat input digolongkan menjadi dua yaitu alat input langsung dan tidak langsung.
Macam-macam peralatan input antara lain:
A.1. Keyboard
Merupakan alat input paling umum dan banyak digunakan. Setiap input yang dimasukkan oleh pengguna komputer secara manual (diketik) harus menggunakan peralatan input ini. Keyboard memiliki fungsi mirip dengan mesin ketik hanya saja memiliki beberapa kemampuan(tombol) tambahan.Beberapa kemampuan tambahan yang dimiliki oleh keyboard diantaranya adalah adanya tombol-tombol fungsi seperti F1, F2, sampai dengan F12, tombol Esc yang umumnya digunakan untuk membatalkan sebuah proses yang tengah berlangsung, tombol Ctrl, Alt, Insert, Home, Page Up, Page Down, Delete, End dll.
Sebuah tombol atau kombinasi tombol fungsi dapat memiliki aksi yang berbeda-beda tergantung pada aplikasi atau program yang sedang aktif.
A.2. Mouse
Berfungsi sebagai peralatan penunjuk (pointing device) yang mendeteksi pergerakan relatif dua dimensi terhadap permukaan datar. Umumnya mouse digunakan untuk keperluan pembuatan grafik, gambar, memblok sebuah teks atau untuk memindahkan cursor dengan cepat dimana pergerakan cursor searah dengan pergerakan mouse.
Pada sebagian besar mouse terdapat tiga tombol, tetapi umumnya hanya dua tombol yang berfungsi, yaitu tombol sebelah kiri dan tombol sebelah kanan. Adapun tombol yang berada ditengah biasanya berupa roda pejal yang diputar atau ditekan, tombol ini berfungsi sebagai pengganti scroll bar untuk menggeser halaman window keatas atau kebawah.
Kemudian pada penggunaan mouse dikenal istilah “drag” yang berarti menggeser atau menarik sebuah objek yang telah disorot dari satu tempat ketempat yang lain sambil menahan tombol mouse sebelah kiri.A.3. Scanner
Scanner merupakan alat atau device yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Jika mesin fotokopi hasilnya dapat langsung dilihat pada kertas maka scanner hasilnya ditampilkan dilayar monitor terlebih dahulu, baru kemudian disimpan dalam bentuk file image (gambar), teks atau dokumen.Data yang telah diambil dari scanner dapat langsung dibaca sebagai teks dan disalin ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCI. Perbedaan tiap scanner terletak pada teknologi yang digunakan dan tingkat resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.
B. Peralatan Proses
B.1. Central Processing Unit (CPU)
Sebuah CPU singkatan dari central processing unit menunjuk ke bagian dari perangkat keras komputer yang memahami dan melaksanakan instruksi dan data yang terdapat dalam perangkat lunak. Istilah yang lebih umum prosesor kadangkala digunakan untuk menunjuk ke CPU. Mikroprosesor adalah CPU yang diproduksi dalam sirkuit terpadu, seringkali dalam sebuah paket chip-tunggal. Sejak pertengahan 1970-an, mikroprosesor chip-tunggal ini telah menjadi umum dan penting dalam implementasi CPU.Komponen CPU dibagi menjadi beberapa macam, yakni sebagai berikut:• Unit kontrol, yang mampu mengarahkan aliran program. Komponen ini pasti terdapat dalam semua CPU.• 7Unit eksekusi yang mampu melakukan operasi terhadap data, dan memiliki beberapa bagian seperti unit logika dan aritematikaatau ALU (Arithmetic and Logical Unit) , unit titik mengambang (Floating Point Unit) dan lainnya. Komponen ini pasti terdapat dalam semua jenis CPU.• Sekumpulan register yang dapat digunakan untuk menampung operand dan hasil perhitungan yang belum selesai dengan sempurna. Komponen ini kadang-kadang terdapat dalam CPU, tapi beberapa tidak memilikinya.• Memori internal CPU, yang dapat berupa cache. Komponen ini kadang-kadang terdapat dalam CPU, tapi banyak CPU tidak memilikinya, khususnya CPU-CPU lama.Fungsi CPUCPU berfungsi sebagaimana layaknya kalkulator, hanya saja CPU jauh lebih kuat daya pemrosesannya. Fungsi utama dari CPU adalah melakukan operasi aritmetika dan logika terhadap data yang diambil dari memori atau dari informasi yang dimasukkan melalui beberapa perangkat keras, seperti halnya keyboard, scanner, joystick, atau mouse. CPU dikontrol dengan menggunakan sekumpulan instruksi perangkat lunak, yang disebut sebagai program komputer. Perangkat lunak tersebut dapat dijalankan oleh CPU dengan membacanya dari perangkat media penyimpanan, seperti halnya hard disk, floppy disk, CD-ROM atau tape magnetik. Instruksi-instruksi tersebut kemudian disimpan terlebih dahulu ke dalam memori fisik (RAM), di mana setiap instruksi akan diberikan alamat yang unik yang disebut sebagai alamat memori. Selanjutnya, CPU dapat mengakses data-data dalam RAM dengan menentukan alamat data yang ia mau.
Selagi sebuah program dieksekusi, data mengalir dari RAM ke sebuah unit yang disebut dengan bus, yang menghubunkan antara CPU dengan RAM. Data kemudian di-decode dengan menggunakan unit pemroses yang disebut sebagai Instruction Decoder yang menerjemahkan instruksi-instruksi. Dari instruction decoder, data kemudian berjalan ke unit aritmetika dan logika yang melakukan kalkulasi dan perbandingan. Data dapat disimpan secara sementara oleh unit aritmetika dan logika dalam sebuah lokasi memori yang disebut dengan register, agar dapat diambil kembali dengan cepat. Unit aritmetika dan logika dapat melakukan operasi-operasi tertentu, meliputi penjumlahan, perkalian, pengurangan, pengujian kondisi terhadap data dalam register, hingga mengirimkan hasil pemrosesannya kembali ke memori fisik atau media penyimpanan lainnya (register juga bisa, jika memang hendak menggunakan hasil pemrosesan tersebut kembali). Selama proses ini terjadi, sebuah unit dalam CPU yang disebut dengan Program Counter akan memantau instruksi-instruksi yang suskes dijalankan agar instruksi-instruksi tersebut dieksekusi dengan urutan yang benar.
B.2. Motherboad (Mainboard)
Tujuan utama diciptakanya motherboard(papan induk) adalah untuk menyediakan koneksi logik dan elektrik antar komponen dalam sebuah komputer. Pada komputer yang umum kita gunakan, microprosesor, memory, kartu grafik dan komponen lain terpasang pada motherboard secara langsung. Sementara penyimpan external (external storage), kartu grafik dan kartu suara serta perangkat periferal lain terhubung dengan motherboad melalui kabel dan konektkor.
Pada komputer modern motherboard atau mainboard merupakan PCB yang sangat kompleks. Motherboard berisi komponen dan interkonektor seperti soket dan slot. Minimal motherboard terdiri atas konektor:• Soket microprosesor (CPU)• Slot ke memori utama• Chipset yang menjadi perantara antara CPU dengan Front-side Bus yang berfungsi untuk mengendalikan perangkat Input/Output lain.• Chip Memori Non-Volatile (Tetap), biasanya berupa Flash ROM seperti BIOS• Generator waktu yang mengendalikan waktu sistem dan sinkronisasi berbagai macam komponen.• Slot untuk kartu tambahan berupa PCI dan AGP• Konektor Daya untuk menerima suplai energi dari power suplyB.3. Memory
Memori meupakan perangkat keras yang digunakan untuk menyimpan data, instruksi yang harus dilakukan proses maupun hasil dari proses yang dilakukan oleh sebuah komputer. Berdasarkan sifat data yang disimpan, memori dapat digolongkan menjadi:
1. Read Only Memory (ROM)2. Random Access Memory (RAM)
B.3.1. Read Only Memory (ROM)
Read-only Memory (ROM) adalah medium penyimpanan data pada komputer. ROM ini adalah salah satu memori yang ada dalam komputer. ROM bersifat permanen, artinya program / data yang disimpan didalam ROM ini tidak mudah hilang atau berubah walau aliran listrik di matikan.
Menyimpan data pada ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun membaca data dari ROM dapat dilakukan dengan mudah. Biasanya program / data yang ada dalam ROM ini diisi oleh pabrik yang membuatnya. Oleh karena sifat ini, ROM biasa digunakan untuk menyimpan firmware (piranti lunak yang berhubungan erat dengan piranti keras).
ROM modern didapati dalam bentuk IC, persis seperti medium penyimpanan/memori lainnya seperti RAM. Data pada ROM dimasukkan langsung melalui mask pada saat perakitan chip. Hal ini membuatnya sangat ekonomis terutama jika kita memproduksi dalam jumlah banyak. Namun hal ini juga menjadi sangat mahal karena tidak fleksibel. Sebuah perubahan walaupun hanya satu bit membutuhkan mask baru yang tentu saja tidak murah. Karena tidak fleksibel maka jarang ada yang menggunakannya lagi.
Aplikasi lain yang mirip dengan ROM adalah CD-ROM prerecorded yang familiar dengan kita, salah satunya CD musik. Berbeda dengan pendapat banyak orang bahwa CD-ROM ditulis dengan laser, kenyataannya data pada CD-ROM lebih tepatnya dicetak pada piringan plastik.B.3.2. Random Access Memory (RAM)Memori Akses Acak (bahasa Inggris: Random access memory, RAM) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.Pertama kali dikenal pada tahun 60′an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic.Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM.Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan memori-baca-saja (read-only-memory, ROM), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.B.4. ChipsetChipset merupakan kumpulan dari chips yang berukuran sangat kecil yang pada komputer merupakan layaknya “polisi lalu lintas” pada papan induk (motherboard), mengarahkan aliran data dan menentukan peranti apa yang didukung oleh Personal Komputer (PC).Sebuah chipset mengarahkan data dari CPU ke kartu grafis (VGA) dan sistem memori (RAM). Chipset juga menentukan kecepatan dari front-side bus, bus memory dan bus grafis, serta kapasitas dan tipe memori yang di dukung motherboard. Selain itu pula, chipset mengarahkan aliran data melalui bus PCI, drive IDE dan port I/O serta menentukan standar IDE juga tipe port yang didukung oleh sistem.
Pada chipset modern, southbridge biasanya terdiri atas beberapa chip seperti chips Ehternet, USB, dan device Audio. Sebuah chipset biasanya dibuat untuk bekerja pada keluarga microprocessor tertentu. Karena kemampaunnya mengendalikan komunikasi antara prosesor dengan device external, maka chipset memainkan peran yang sangat krusial menentukan performa sistem.Manufaktur pembuatan terpisah dengan manufaktur pembuatan motherboard. Beberapa manufaktur chipset untuk motherboard PC saat ini antara lain:• NVIDIA• AMD• VIA Technologies• SiS• Intel• Broadcom
B.5. BIOS Chip
Gambar. Phoenix AwardBIOS CMOS (kiri) dan BIOS Chipset (kanan)BIOS adalah singkatan dari Basic Input/Output System. BIOS merupakan firmware(semacam software yang langsung terinstal pada chips/bukab pada hard disk) yang dijalankan oleh PC manakala komputer hidup. Fungsi utama BIOS adalah mengidentifikasi dan menginisiasi komponen perangkat keras seperti Hard disk, floppy dan CD, untuk mencari program lain pada perangkat keras tersebut yang dapat mengendalikan PC (sistem operasi). Proses ini dikenal dengan istilah booting, or booting up, yang merupakan singkatan dari bootstrapping.
B.6. Sound CardKartu suara (Sound Card) adalah suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengeluarkan suara dan merekam suara. Pada awalnya, Sound Card hanyalah sebagai pelengkap dari komputer. Namun sekarang, sound card adalah perangkat wajib di setiap komputer. Dilihat dari cara pemasangannya, sound card dibagi 3:• Sound Card Onboard, yaitu sound card yang menempel langsung pada motherboard komputer.• Sound Card Offboard, yaitu sound card yang pemasangannya di slot ISA/PCI pada motherboard. Rata-rata, sekarang sudah menggunakan PCI• Soundcard External, adalah sound card yang penggunaannya disambungkan ke komputer melalui port eksternal, seperti USB atau FireWireSalah satu contoh sound card yang terbilang sangat sukses di pasaran indonesia adalah Sound Blaster, dari Creative Labs.Untuk memainkan musik MIDI, pada awalnya menggunakan teknologi FM Synthesis, namun sekarang sudah menggunakan Wavetable Synthesis Sedangkan untuk urusan digital audio, yang dulunya hanyalah 2 kanal (stereo), sekarang sudah menggunakan 4 atau lebih kanal suara (Surround). Kualitas nya pun sudah meningkat dari 8 bit, kemudian 16 bit, dan sekarang sudah 24 bit, bahkan 32 bit.Cara KerjaKetika anda mendengarkan suara dari sound card,data digital suara yang berupa waveform .wav atau mp3 dikirim ke sound card. Data digital ini di proses oleh DSP (Digital Signal processing : Pengolah signal digital) bekerja dengan DAC (Digital Analog Converter :Konversi digital ke Analog ). Mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog, yang kemudian sinyal analog diperkuat dan dikeluarkan melalui speaker.Ketika anda merekam suara lewat microphone. suara anda yang berupa analog diolah oleh DSP, dalam mode ADC ( Analog Digital Converter : Konversi analog ke digital). Mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang berkelanjutan. Sinyal digital ini simpan dalam format waveform table dalam disk atau dikompresi menjadi bentuk lain seperti mp3.
B.7. Video Graphics Adapter (VGA)
Terhubung ke Motherboard melalui:• PCI• AGP• PCI ExpressMendisplaygambar melalui:• VGA connector• Digital Visual Interface• S-VideoVideo card, juga sering disebut dengan nama graphics accelerator card, display adapter atau graphics card. Video card merupakan miniatur dari sebuah komputer PC karena kelengkapan komponen yang membentuknya mirip dengan yang ada pada komputer PC hanya saja video card lebih tujukan untuk mengolah gambar dan menampilkannya. Video Card memiliki unit pemrosesan (seperti CPU) yang disebut sebagai Graphics Processing Unit (GPU) yang bertindak sebagai otak dari sebuah video card. Device ini juga memilki memory sendiri yang terpisah dengan RAM (video memory) dan memiliki BIOS.
Output standar yang biasa dimiliki yang menghubungkan video card dengan display (layar) komputer antara lain:• SVGA: output Analog-based standar yang diadopsi pada akhir tahun 1980-an yang didesain untuk display CRT. Beberapa masalah yang terjadi pada konektor ini adalah electrical noise dan distorsi image.• DVI: output Digital-based standard didesain untuk display seperti LCD, layar plasma and video projector. Ditujukan untuk menghindari distorsi image dan electrical noise.• S-Video: output untuk menghubungkan video card dengan DVD players, video recorders and video game consoles.Pendingin Video Card
Akibat kerja yang dilakukan oleh video card sangat berat menyebabkan suhu video card menjadi cepat panas. Maka dari itu device pendingin digunakan untuk menghindari panas yang berlebih dari video card. Device ini biasa dikenal dengan nama Heat sink yang biasanya menggunakan sistem kipas untuk menurunkan suhu sistem.C. Storage
C.1. Hard Disk (Cakram Keras)
Gambar 9 Cakram keras tampak atas (kiri) dan tampak bawah (kanan)Cakram keras (Inggris: harddisk atau harddisk drive disingkat HDD atau hard drive disingkat HD) adalah sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis. Cakram keras diciptakan pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold Johnson di tahun 1952. Cakram keras pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki (0,6 meter) dengan kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation per minute) dengan kapasitas penyimpanan 5 MB. Cakram keas zaman sekarang sudah ada yang hanya selebar 0,6 cm dengan kapasitas 750 GB.
Data yang disimpan dalam cakram keras tidak akan hilang ketika tidak diberi tegangan listrik. Dalam sebuah cakram keras, biasanya terdapat lebih dari satu piringan untuk memperbesar kapasitas data yang dapat ditampung.Dalam perkembangannya kini cakram keras secara fisik menjadi semakin tipis dan kecil namun memiliki daya tampung data yang sangat besar. Cakram keras kini juga tidak hanya dapat terpasang di dalam perangkat (internal) tetapi juga dapat dipasang di luar perangkat (eksternal) dengan menggunakan kabel USB ataupun FireWire.C.2. Floppy Disk Drive
Floppy disk drive yang menjadi standar pemakain terdiri dari dua ukuran yaitu 5.25” dan 3.5” yang masing-masing memiliki dua tipe kapasitas Double Density (DD) dan High Densiy(HD).
Floppy disk 5.25” berkapasitas 30 Kilo Bytes untuk DD dan 1.2 Mega Bytes untuk HD. Sedangkan flopp disk 3.5” memiliki kapasitas 720 kilo bytes untuk DD dan 1.44 Mega bytes untuk HD. Kapasitas data yang dapat ditampung oleh Floppy Disk memang relatif kecil, apalagi jika dibandingkan dengan kebutuhan transfer dan pernyimpanan data yang makin lama kian besar.
D. Peripheral Component Interconnect (PCI)
Peripheral Component Interconnect, or PCI Standar (atau yang sering disbut sebagai PCI), merupakan bus khusus pada komputer yang berguna sebagai tempat menancapkan perangkat periferal ke motherboard. Perangkat ini dapat berperan sebagai perangkat penghubung untuk perangkat berikut:• Integrated circuit (IC) yang sesuai dengan motherboard disebut planar device pada spesifikasi PCI.• Kartu tambahan yang bersesuaian dengan soket pada motherboard.PCI bus merupakan hal yang lazim pada komputer modern. Spesifikasi PCI meliputi ukuran fisik dari bus, karakter elektrik, timing bus dan protolol yang ada pada sebuah komputer.PCI Express, sebenarnya merupakan penyederhanaan dari PCI sebagai slot untuk kartu tambahan. PCI Express di diesain dengan tujuan untuk menggantikan fungsi dari bus PCI.
tiap slot pada PCI Express membawa satu, dua, empat, delapan, enam belas atau tiga puluh dua jalur data antara motherboard dan kartu ekspansi. Jumlah jalur data biasanya dituliskan dengan awalan x pada informasi PCI Express misalnya x4 adalah PCI Express dengan 4 jalur data.E. Peralatan Output
Peralatan output berfungi untuk menampilkan hasil dari prosesor, dapat dibedakan kedalam empat bentuk, yaitu tulisan(teks), image (grafik atau gambar), suara, dan bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (mechine readible form). Berdasarkan jenis output tersebut maka ada beberapa peralatan output yang ada sampai saat ini yaitu monitor, printer dan speaker.
I.1.2. Perakitan Kompie
Merakit komputer merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi yang suka dengan perakitan komputer. Sebelum mulai merakit komputer, maka persiapkan dulu komponen-komponen yang diperlukan, antara lain :1. Casing2. Power Suplay (biasanya sudah termasuk bersama casing)3. Motherboard4. Processor5. Heatsink dan kipasnya6. Memory7. Kartu grafis (VGA)8. Harddisk9. CDROM/DVDROM10. Floppy disk drive11. Monitor12. Speaker13. keyboard dan mouse.
Selain komponen di atas, persiapkan juga CD driver dan CD sistem operasi serta software yang diperlukan. Persiapkan pula berbagai alat tangan seperti obeng, tang dan pinset. Langkah-langkah untuk merakit PC secara umum adalah seperti berikut ini.1. Menyiapkan dan Mengamati Motherboard.a. Siapkan Motherboard serta buku panduan Instalasi MotherBoard yang merupakan buku panduan asli motherboard yang kita dapatkan saat membelinya.
Gambar. Motherboard Gigabyte GA-8S661FXM-775
b. Seteleh itu buka pengunci socket processor.
Gambar. Socket processor yang terbuka2. Memasang Processor.a. Perhatikan bahwa processor mempunyai tanda pada salah satu sudutnya, dalam hal ini biasanya ditandai dengan lekukan, lubang atau anak panah.b. Cocokan tanda tersebut dengan tanda yang ada pada socket processor.c. Jika kita melakukan hal tersebut di atas dengan tepat, maka processor akan dapat dimasukkan ke socketnya dengan baik dan benar.d. Kunci kembali socket tersebut, dengan cara menekan tuas kebawah dan mengaitkan pada pengunci yang ada.Gambar. Processor tampak dari atas setelah dikunci
3. Memasang Heatsink dan Kipas Pendingin.a. Heatsink dan kipas angin biasanya sudah dirangkai menjadi satu, sehingga kita hanya tinggal memasangnya dan untuk memasangnya sangatlah mudah.b. Sebelum memasang, perhatikan posisi kabel daya untuk kipas dengan lokasi connector dayanya. Cari jarak terpendek agar kabel daya itu tidak bersinggungan dengan kipas.
Gambar. Hasil pemasangan pendingin dan kipas processor
c. Pasanglah heatsink tersebut dengan cara meletakkannya tepat di atas processor dan sesuikan dudukan pendingin pada motherboard yang ada.d. Kunci 4 titik pada pendingin tersebut dengan cara tekan dan putar searah dengan jarum jam menggunakan obeng plus (+).
4. Memasang Memorya. Untuk memasang memory, maka bukalah pengunci slot memory di kedua sisinya pada motherboard.b. Perhatihkan bahwa setiap keping memori memiliki celah pada sisi bawahnya. Pada praktek kali ini kita menggunakan double data rate random access memory (DDRAM). Ada jenis RAM yang lain, tetapi saat ini susah ditemukan di pasaran dalam keadaan baru yang disebut dengan syncronous dynamic random access memory (SDRAM).c. Cocokkan celah ini dengan slot memori. Jika kita memaksakan memasang memory dengan arah yang salah, maka dapat merusakkan memory atau bahkan motherboardnya.
Gambar. Pemasangan DDRAM
d. Tekan keping memori pada kedua sisinya sehingga terdengar bunyi “klik”, dan penguncinya akan menutup dengan sendirinya.
Gambar. Hasil akhir pemasangan DDRAM
5. Menyiapkan Casing.a. Siapkan casing yang akan digunakan.b. Letakkan di atas meja atau tempat lain yang dianggap aman.c. Lepas sekrup yang ada pada bagian belakang, kemudian buka panel sampingnya dengan hati-hati, seperti pada gambar berikut ini.d. Cocokkan posisi motherboard dengan dudukan yang ada pada casing.e. Pastikan kaki-kaki tersebut akan mendukung motherboard kita di bagian yang membutuhkan tekanan kuat, seperti socket processor atau slot memory. Jangan lupa setiap dudukan motherboard yang ada lubang bautnya harus dikasih sekrup/baut, agar kedudukannya kuat (tidak goyah).
6. Memasang Motherboard.a. Siapkan sekrup-sekrup yang digunakan dan obeng, kemudian pasang motherboard kita dengan benar pada dudukan yang tersedia.Gambar. Memasang motherboard pada casing
b. Kuatkan (putar searah dengan jarum jam) semua sekrup yang digunakan untuk motherboard tersebut dengan baik dan benar.
7. Menyiapkan Harddiska. Ambil harddisk kita, dan perhatikan bagian jumpernya. Pada jumper akan terdapat pilihan Master, Slave atau Cable Select. Informasi ini dapat ditemukan pada permukaan harddisk.b. Pasang jumper pada posisi sesuai dengan yang diinginkan. Jika perlu siapkan pinset untuk mencabut dan memasang jumper pada harddisk.
8. Memasang Harddisk ke Casing.a. Beberapa casing manggunakan sistem bracket yang dapat dilepas untuk memudahkan dalam pemasangan harddisk dan floppy drive.Gambar 10. Memasang harddisk pada casing
b. Pilihlah sekrup yang sesuai, jangan sampai terlalu besar atau terlalu panjang, kemudian pasang sekrup tersebut pada dudukan harddisk dengan baik dan benar.
9. Menghubungkan Harddisk ke Motherboard.a. Perhatikan bahwa terdapat dua tipe kabel data IDE, yaitu 40-wire dan 34-wire. Kabel 40-wire digunakan untuk harddisk, dan kabel 34-wire digunakan untuk flopy disk drive (FDD).b. Pemasangan kabel data ini tidak boleh terbalik. Pada salah satu sisi biasanya terdapat kabel dengan warna merah yang menandakan pin nomor 1.Gambar 11. Memasang kabel IDE pada harddisk
c. Posisi ini juga ditandai di harddisk. Normalnya posisi pin 1 pada harddisk (kabel warna merah) berada tepat di sebelah connector daya (warna merah pula).10. Memasang Floppy Disk Drive (FDD).a. Memasang Floppy drive, hampir sama dengan memasang harddisk, kecuali untuk beberapa model casing yang memisahkan tempat floppy dan harddisk.b. Beberapa tipe casing, kemungkinan perlu untuk membuka panel depannya terlebih dahulu sebelum memasang floppy disk drive.
11. Menyiapkan CD / DVD Drive.a. Seperti halnya harddisk, CD / DVD drive juga menggunakan jumper untuk posisi Master dan Slave. Atur jumper tesebut pada posisi yang diinginkan.b. Apabila hanya terdapat sebuah harddisk, maka jumper berada pada posisi Master.c. Seandainya terdapat 2 buah harddisk pada satu computer dan keduanya1. diaktifkan, maka 1 harddisk dijadikan Master dan harddisk satunya harus diatur pada posisi Slave.
12. Memasang CD / DVD drive.a. Untuk memasang CD / DVD drive biasanya kita perlu melepas panel depan casing terlebih dahulu, atau tergantung juga jenis dan model casing yang digunakan.b. Membuka penutup drive yang ada pada panel depan.c. Pasanglah CD/DVD drive dengan benar, kemudian tutup kembali panel depan (jika menggunakan panel depan).
13. Menghubungkan CD / DVD drive ke Motherboard.a. Pemasangan kabel data IDE dari CD/DVD ke motherboard sama dengan pemasangan harddisk.b. Pasang connector CD / DVD, dan ujung satunya lagi ke motherboard, pada connector yang bertuliskan CD.c. Jangan lupa untuk selalu merapikan kabel-kabel tersebut agar tidak saling terkait dan “semrawut”. Atur lintasan dan jalur kabel dengan rapi, jika perlu ikatlah agar lebih rapi dan enak dipandang mata.
14. Menghubungkan Kabel Connector pada Motherboard.a. Sekarang kita perlu menyambung kabel-kabel dari casing ke motherboard.b. Kabel ini terdiri dari switch daya, indikator harddisk, indikator daya, tombol reset dan speaker, seperti tampak pada gambar berikut ini.Gambar. Memasang connector ke motherboard
c. Untuk casing yang menyediakan panel depan, misalnya universal serial bus (USB), maka kabel-kabelnya juga harus dihubungkan ke motherboard agar dapat berfungsi dengan normal.
15. Menghubungkan Kabel Daya.a. Setelah semua terpasang, maka langkah selanjutnya adalah menghubungkan1. kabel daya dari catu daya ke motherboard, harddisk, FDD dan CDROM.b. Untuk motherboard, biasanya paling tidak ada 2 connector daya yang harus dipasang. Yang pertama adalah kabel daya untuk Motherboard dan yang kedua adalah kabel daya untuk Prosesor.c. Kemudian sambungkan juga kabel-kabel daya ke hardisk, floppy, dan CD/DVD. Jika casing kita menggunakan kipas pendingin, maka hubungkan ke catu daya atau ke motherboard, sesuai dengan connector yang dimiliki.
16. Siapkan Komponen-Komponen Bagian Luar.a. Jika komponen bagian dalam sudah beres, maka sekarang giliran komponen-komponen bagian luar, seperti monitor, keyboard, mouse dan speaker.b. Untuk komponen-komponen ini, kita tinggal menyambungkan kabel-kabelnya saja pada terminal yang telah ditentukan, misalnya keyboard, mouse, speaker dan lain-lainnya.c. Jangan lupa untuk kabel-kabel daya, baik untuk bagian casing maupun monitor.
17. Memeriksa Catu Daya.a. Periksalah dengan seksama untuk catu daya yang digunakan. Tegangan normalnya adalah 220 – 230 Volt. Apabila disediakan switch, maka pindahkan switch ke sumber tegangan yang sesuai.b. Beberapa power supply dilengkapi dengan pemindahan tegangan (switch) antara 110 atau 220 Volt.
18. PC Kita Sudah Siap.a. Sekarang PC kita sudah benar-benar siap, dan bisa di ON kan power Supplynya. Jangan lupa sebelum mengONkan Power Supply tersebut untuk selalu “berdo’a” terlebih dahulu.b. Kalau belum mau ON periksa sekali lagi pengkabelan daya (sumber tegangan) yang digunakan untuk mensupply perangkat computer tersebut.
19. Menginstall Operating Sistem dan Software-Software yang Diinginkan.
Diposting oleh mr.agung di 10/31/2008
Sabtu, 25 Oktober 2008
OPERATING SYSTEM, DOS (Disk Operting System) & WINDOWS
1. Kemampuan dan Fungsi
Sistem Operasi (OS) merupakan bagian dari software komputer yang berfungsi sebagai interface (penghubung) antara aplikasi user, hardware komputer, dan software komputer.

Karena itu, sistem operasi harus memilki kemampuan untuk bertindak sebagai :
· Coordinator, yaitu menyediakan fasilitas sehingga instruksi yang kompleks dapat dikerjakan dalam tingkatan tertentu.
· Guardian, memiliki access controls untuk melindungi file dan mengadakan restriksi terhadap reading/writing/executing data dan program
· Gatekeeper, mengendalikan siapa saja yang dapat masuk ke dalam sistem momputer tersebut
· Accountant, menjaga kerja CPU, penggunaan memory, termasuk media penyimpan (storage devices)
· Server, melayani aplikasi yang dibutuhkan oleh user
2. Kategori
Berdasarkan user yang dapat dilayani, sistem operasi dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu berdasarkan :
1. Jumlah User
- Single user
Sistem operasi yang hanya dapat melayani seorang user pada saat yang bersamaan.Yang masuk dalam kelompok ini di antaranya adalah DOS, WINDOWS 3X, WINDOWS 9X.
- Multi user
Sistem operasi yang dapat melayani lebih dari satu user pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh adalah WINDOWS NT, UNIX, LINUX.
2. Jumlah Instruksi
Sistem operasi juga dapat dikelompokkan menurut jumlah instruksi yang mampu dijalankan pada saat bersamaan.
- Mono-tasking
Sistem operasi yang hanya mampu menjalankan satu buah instruksi pada saat bersamaan.
contoh : DOS x.x
- Multi-tasking
Sistem operasi yang dapat menjalankan lebih dari satu instruksi pada waktu bersamaan. Pada sistem ini, Sistem operasi menentukan aplikasi mana yang harus dikerjakan dan berapa waktu yang disediakan unutk aplikasi tersebut sebelum mengerjakan aplikasi yang lain. OS juga mengatur pembagian internal memory di antara aplikasi-aplikasi tersebut.
contoh : Windows
3. Perkembangan Operating Sytem
Seiring dengan perkembangan jaman, maka Operating System-pun mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, muali dari yang sangat sederhana, yaitu DOS (Disk Operating System) sampai dengan yang cukup modern seperti Windows (Windows versi 3.x sampai dengan Windows 2000), Mac OS, dan UNIX (Linux, FreeBSD, dsb).
Perkembangan Operating System ini tidak berlangsung seenaknya saja, tatapi sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia.
Berikut ini kita akan membahas mengenai DOS (Disk Operating System) dan Windows, sedangkan untuk System Operasi yang lainnya (Linux) akan kita bahas pada modul yang lain.
4. DOS (Disk Operating System)
DOS (Disk Operating System) adalah sistem operasi pertama yang dijalankan pada komputer IBM PC kompatibel. Sistem operasi ini pertama kali dikembangkan oleh IBM kemudian dilanjutkan oleh Microsoft. Saat ini, meskipun Microsoft telah mengeluarkan WINDOWS yang lebih user-friendly, tetapi aplikasi DOS tetap disertakan.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, DOS merupakan sebuah sistem operasi yang bersifat single-user dan mono-tasking. DOS tidak membedakan antara penulisan command dengan huruf kecil maupun kapital.
v Instalasi DOS
Langkah-langkahnya sbb :
1. Siapkan diskette source DOS (ada tiga buah)
2. Masukkan diskette #1, kemudian booting komputer. (Tekan Ctrl+Alt+Del atau tombol Reset)
3. Sistem akan masuk ke menu setup, ikuti petunjuk yang ditampilkan di layar.
v Command (perintah) DOS
Bila kita hidupkan komputer yang memiliki sistem operasi DOS, maka kita akan melihat di layar :
C:\>
Inilah yang disebut Command Prompt
Beberapa command penting yang ada dalam DOS
1. Internal Command
Yaitu perintah-perintah yang dapat dijalankan langsung dari prompt hanya dengan file command.com (bersama IO.SYS dan MSDOS.SYS tentunya).
Contoh :
| Command | Fungsi |
| Ver | Mengetahui versi DOS yang dimiliki oleh komputer |
| Dir | Melihat isi dari sebuah directory dir/w menampilkan isi dari sebuah directory secara melebar di layar dir/p menampilkan isi dari sebuah directory halaman demi halaman dir/p/w menampilkan isi sebuah directory melebar halaman demi halaman |
| Cd | Berpindah directory Misalkan bila pada command promt kita ketikkan cd dos Maka kita masuk pada directory DOS |
| cd\ | Pindah ke root directory (A, C, D,…….) |
| cd.. | Pindah ke directory yang berada di atasnya |
| Md | Membuat directory baru misalkan kita ingin membuat directory bernama salman, pada prompt kita ketikkan : md salman |
| Rd | Menghapus directory misal kita ingin menghapus directory salman, kita ketikkan rd salman |
| copy | - Meng-copy satu file misal untuk meng-copy file bernama EDIT.HLP dari directory DOS ke directory salman, kita ketikkan copy c:\dos\edit.hlp c:\salman - Meng-copy kumpulan file bertype sama misal untuk meng-copy file berekstensi .TXT, kita ketikkan copy *.txt c:\salman |
| Ren | rename file ren nama_lama nama_baru |
| del | Menghapus file del nama.ekstensi menghapus file del *.ekstensi menghapus seluruh file yang berekstensi sesuai dimaksud |
2. External Command
Yaitu perintah-perintah yang memerlukan file tertentu untuk menjalankannya.
Contoh :
| deltree | Menghapus direktori tanpa mengosongkan dulu isinya |
| excopy | Meng-copy direktori termasuk isi subdirektorinya |
| edit | Merupakan text-editor yang disediakan oleh DOS |
| format ….: | memformat drive yang dimaksud |
| fdisk | Membuat partisi |
v Instalasi Aplikasi Berbasis DOS
Pada umumnya aplikasi berbasis DOS dapat langsung dijalankan hanya dengan proses Copy. Proses yang ada biasanya adalah ekstraksi dari source yang terkompresi menjadi file yang langsung dapat dijalankan.
v Instalasi Peripheral Berbasis DOS
1. Mouse
Driver yang biasa diperlukan pada instalasi mouse adalah MOUSE.COM. Kecuali untuk mouse-mouse tertentu yang menyediakan driver sendiri.
2. CD-ROM
Yang dibutuhkan dalam instalasi CD-ROM adalah :
a. File MSCDEX sebagai program yang menjalankan CD-ROM. Program pada file ini bekerja di bawah OS yang sudah jadi. File ini di-load dengan memberikan perintah pada file AUTOEXEC.BAT sehingga setiap kali komputer dinyalakan akan automatis menge-load CD-ROM.
b. Driver berupa file dengan extension SYS. File ini tergantung pada CD-ROM yang kita pakai, dan tidak kompatibel antara driver satu jenis CD-ROM dengan CD-ROM jenis lain, kecuali Universal Driver. File ini di load pada file CONFIG.SYS.
3. Card dan Peripheral lain
Instalasi card dan peripheral lain sangat spesifik dan harus merujuk pada manual yang disertakan. Untuk itu pastikan Anda mempunyai Manual-Users dari setiap peripheral yang kita miliki.
5. Windows Operating System
Dibandingkan dengan DOS, WINDOWS jauh lebih diminati karena kemampuannya yang lebih handal. WINDOWS didisain sebagai OS yang sangat users-friendly. Bandingkan dengan DOS di mana kita harus menghafal perintah-perintah yang ada. Demikian pula dalam hal tampilannya yang berbasis grafis. WINDOWS juga adalah OS yang dirancang sedemikian rupa sehingga user yang belum kenal komputer sama sekali dalam waktu yang relatif singkat dapat mengoperasikan komputer. Selain itu, WINDOWS juga memiliki kemampuan multitasking, sehingga user akan dapat lebih menghemat waktu untuk menjalankan beberapa aplikasi.
Windows Operating Sytem ini diproduksi oleh sebuah perusahan software terbesar di dunia untuk saat ini, yaitu MICROSOFT. Untuk mendapatkan Windows Operating System ini kita harus membelinya dengan harga yang relatif sangat mahal (bila kita membeli Windows OS yang resmi).

Logo Windows
6. Perkembangan Windows
Seiring dengan perkembangan waktu, Sistem Operasi WINDOWS yang dikeluarkan oleh perusahaan Microsoft mengalami perkembangan yang amat pesat. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, WINDOWS berkembang mulai dari WINDOWS 3.1, WINDOWS 95, WINDOWS 97, WINDOWS 98 (SE) WINDOWS ME (Millenium Edition), sampai yang paling baru yakni WINDOWS 2000. Umumnya versi baru merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya, tetapi memilki kelemahan dalam kebutuhan komponen minimal yang harus dimiliki oleh sistem komputer kita, terutama berkenaan dengan CPU speed, RAM, dan ruang pada harddisk.

Untuk dapat menggunakan Windows, hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah menginstall Windows tersebut pada PC yang kita gunakan. Untuk langkah peng-install-an ini, kita dapat meng-install-nya dari CD source Windows ataupun antar hard disk dan bisa juga lewat jaringan.
Pada proses install ini kita harus mencari file “Setup.exe” , lalu jalankan file tersebut dan ikutilah langkah-langkah yang ditampilkan pada layar monitor PC anda.
Setelah selesai, biasanya Windows akan melakukan penyesuaian setting dan konfigurasi pada PC anda. Pada proses ini akan dilakukan proses setting dan konfigurasi hardware, konfigurasi tanggal dan jam serta letak geografis tempat di mana anda berada, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan PC anda saat anda meng-install Windows.
Khusus untuk setting dan konfigurasi hardware pada komputer, terdapat istilah “Plug and Play” yang artinya bahwa bila suatu device/hardware ditancapkan dalam komputer dan kemudian komputer dinyalakan, maka automatis Windows akan mendeteksi device tersebut, selanjutnya bila Windows telah memilki drivernya Windows akan langsung menginstalnya termasuk settingnya, bila Windows tidak memilkinya maka Windows akan meminta driver device tersebut. Plug and Play ini diperkenalkan sejak diluncurkannya Windows 95. Fasilitas ini tidak terdapat pada Windows versi sebelumnya.
Peripheral yang langsung dideteksi Windows misalnya mouse, keyboard, CD-ROM, beberapa VGA card dan Sound card, dan beberapa device lain.
Windows yang telah kita install ini hanyalah merupakan sebuah operating system bagi PC, sedangkan untuk software-software aplikasi yang akan kita gunakan, kita harus meng-install-nya terlebih dahulu (untuk proses peng-installan-nya hampir mirip dengan proses install pada Windows). Begitu pun bila kita ingin menghapus suatu aplikasi, kita tidak dapat dengan del-del saja, tetapi harus mengikuti prosedur berupa uninstall, karena bila kita main-main dengan del, akan terjadi kekacauan pada system karena ada missing link atau resources yang digunakan oleh beberapa program.
Beberapa contoh aplikasi yang sering digunakan :
Norton Utilities adalah sebuah aplikasi yang berfungsi untuk menjaga sistem agar dapat bekerja secara optimal. Aplikasi ini menyediakan fasilitas untuk mengatasi problem harddisk, defragment, masalah Windows, benchmarking, dan beberapa aplikasi lainnya. Program lain yang sejenis adalah Dr Solomon, PcCillin
1. Tools dan Sekuriti

Norton Antivirus adalah sebuah program untuk menjaga sistem dari gangguan virus. Bila ada virus yang masuk sistem, program ini akan memperingatkan user dan segera mengatasinya. Program lain yang sejenis adalah McAffee

WinZip …. sebuah program untuk mengkompres file
![]()
2. Office dan Grafik
Microsoft Office kumpulan beberapa program yang sangat diperlukan untuk pembuatan dokumen, homepage, publikasi, presentasi, database, dan pembukuan.
Adobe Photoshop sebuah program untuk mengolah gambar sekaligus dapat membuat animasi untuk keperluan homepage. Program lain yang sejenis adalah CorelDraw,PhotoDraw
3. Entertainment

WinAmp sebuah program untuk menjalankan file bertipe mp3 Program lain yang sejenis : Jet Audio,
VCDPowerPlayer sebuah program untuk memutar VCD Program lain yang sejenis : Jet Audio, VCDCutter, XingM

Beberapa aplikasi memiliki autorun setup. Sehingga, bila kita masukkan source berupa CD-ROM maka kita langsung dibimbing untuk proses instalasi aplikasi tersebut


Untuk lebih jelasnya mengenai proses install dan setting pada Windows ini, silakan anda lihat pada JOB SHEET dan lakukanlah prakteknya!!!.
7. Mengenal Lebih Jauh Mengenai Kontrol Panel

- Accessibility Options, berfungsi terutama untuk mengatur input device berupa keyboard dan mouse. Inilah fasilitas yang diberikan Windows untuk memfungsikan keyboard sebagai mouse.
- Add New Hardware, telah dijelaskan di depan. Yakni, untuk instalasi device baik yang plug and play ataupun tidak.
- Add/Remove Program
- install/uninstall aplikasi
- windows setup untuk install/unistall aplikasi yang disediakan oleh Windows
- membuat start up disk win98

pilih salah satu program untuk di-remove, lalu klik button ini
![]()




- Date/Time, berfungsi untuk mengatur penanggalan dan waktu
- Desktop Theme, mengatur tampilan desktop terdiri dari wallpaper, bacground, font, pointer, serta sound scheme
- Display, mengatur tampilan pada layar sesuai dengan keinginan kita.
Terdiri atas : background, screen saver, wallpaper, dan appearance.
- Fonts, shortcut ke windows/fonts lokasi penyimpanan type fonts yang dimiliki oleh sistem.
- Game controller, setting terhadap game-pad yang kita miliki.
- Internet Option, setting hubungan dengan internet.
- Keyboard, mengatur properti keyboard terdiri atas : repeat rate, repeat delay dan kecepatan cursor
- Mouse, properti untuk mouse. Terdiri atas : right/left handed, kecepatan double klik, pilihan jenis pointer, kecepatan gerakan dan trail (ekor).
- Multimedia, berkenaan dengan multimedia device yang kita miliki seperti sound card, dan bagaimana settingnya.
- Password, untuk personalize setting untuk tiap user yang berbeda.
- Power Management, mengatur power supply untuk komputer. Fasilitas yang ada diantaranya adalah stand by atau pun waktu untuk mematikan monitor dan harddisk secara otomatis.
- Sounds, mengatur sound scheme yang kita inginkan.
- System, berisi informasi tentang sistem yang ada.
a. versi windows yang di –install
b. data pemilik
c. Processor dan Memory
d. Device yang ada dalam sistem
Diposting oleh mr.agung di 10/25/2008 0 komentar
