SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Mellakukan Perawatan
Periiferall
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
KATA PENGANTAR
Modul dengan judul “ Melakukan Perawatan Periferal “ merupakan
bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian
dari kompetensi bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi
pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Pengelolaan Jaringan.
Modul ini menguraikan tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk
perawatan Periferal dimulai dari persiapan yang diperlukan sampai dengan
pelaporan hasil perawatan Periferal. Modul ini terdiri dari 4 kegiatan
belajar. Kegiatan Belajar 1 membahas tentang menyiapkan perawatan
periferal, Kegiatan Belajar 2 membahas tentang melakukan perawatan
periferal, Kegiatan Belajar 3 membahas tentang memeriksa hasil
perawatan periferal dan Kegiatan Belajar 4 membahas tentang melakukan
tindakan korektif dan melaporkan hasil perawatan periferal.
Modul ini terkait dengan modul-modul lain yang membahas tentang
melakukan perawatan Periferal. Oleh karena itu, sebelum menggunakan
modul ini peserta diklat diwajibkan telah mengambil modul tersebut.
Yogyakarta, Desember 2004
Penyusun
Tim Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
iv
DAFTAR ISI MODUL
Halaman
HALAMAN DEPAN ............................................................................ i
HALAMAN DALAM ............................................................................ ii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iii
DAFTAR ISI MODUL ......................................................................... iv
PETA KEDUDUKAN MODUL .............................................................. vii
PERISTILAHAN / GLOSSARY ............................................................. ix
I. PENDAHULUAN ..................................................................1
A. DESKRIPSI JUDUL.............................................................1
B. PRASYARAT .....................................................................1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL .....................................2
1. Petunjuk Bagi Siswa ....................................................2
2. Peran Guru .................................................................3
D. TUJUAN AKHIR ................................................................3
E. KOMPETENSI ...................................................................4
F. CEK KEMAMPUAN ............................................................6
II. PEMELAJARAN ...................................................................7
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA ......................................7
B. KEGIATAN BELAJAR ........................................................8
1. Kegiatan Belajar 1 : Menyiapkan perawatan periferal ....8
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran..................................8
b. Uraian Materi 1.......................................................8
c. Rangkuman 1.........................................................15
d. Tugas 1 .................................................................15
e. Tes Formatif 1........................................................15
f. Kunci Jawaban Formatif 1 .......................................16
g. Lembar Kerja 1.......................................................16
v
2. Kegiatan Belajar 2 : Melakukan perawatan periferal .......18
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................18
b. Uraian Materi 2.......................................................18
c. Rangkuman 2.........................................................23
d. Tugas 2 .................................................................23
e. Tes Formatif 2........................................................23
f. Kunci Jawaban Formatif 2 .......................................24
g. Lembar Kerja 2.......................................................24
3. Kegiatan Belajar 3 : Memeriksa hasil perawatan
periferal ......................................................................26
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................26
b. Uraian Materi 3.......................................................26
c. Rangkuman 3.........................................................33
d. Tugas 3 .................................................................34
e. Tes Formatif 3........................................................34
f. Kunci Jawaban Formatif 3 .......................................34
g. Lembar Kerja 3.......................................................35
4. Kegiatan Belajar 4 : Melakukan tindakan korektif dan
melaporkan hasil perawatan periferal............................36
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................36
b. Uraian Materi 4.......................................................36
c. Rangkuman 4.........................................................38
d. Tugas 4 .................................................................38
e. Tes Formatif 4........................................................38
f. Kunci Jawaban Formatif 4 .......................................38
g. Lembar Kerja 4.......................................................39
III. EVALUASI .......................................................................... 40
A. PERTANYAAN ...................................................................40
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI .............................................40
vi
C. KRITERIA KELULUSAN .....................................................40
IV.PENUTUP ............................................................................40
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................41
vii
PETA KEDUDUKAN MODUL
HDW.DEV.100.
(2).A·
1 2 3
LULUS SMK
HDW.MNT.201.
(2).A
HDW.MNT.203.
(2).A
SWR.OPR.101.
(2).A·
SWR.OPR.100.
(1).A
HDW.MNT.10
2.(2).A
SWR.OPR.102.
(2).A·
HDW.MNT.101.
(2).A
HDW.MNT.204.
(2).A
SWR.MNT.201.
(1).A
NTW.OPR.100.
(2).A·
HDW.MNT.202.
(2).A
HDW.MNT.205.
(2).A
SWR.OPR.103.
(2).A·
SWR.OPR.104.
(2).A·
NTW.OPR.200.
(2).A·
NTW.MNT.201.
(2).A·
NTW.MNT.202.
(2).A·
NTW.MNT.300.
(3).A·
A 4
LULUS SMK SLTP & yang
Sederajat
viii
Keterangan :
HDW.DEV.100.(2).A· Menginstalasi PC
HDW.MNT.201.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan
periferal
HDW.MNT.203.(2).A Melakukan perbaikan dan / atau setting ulang
sistem PC
HDW.MNT.204.(2).A Melakukan perbaikan periferal
HDW.MNT.101.(2).A Melakukan perawatan PC
HDW.MNT.102.(2).A Melakukan perawatan periferal
SWR.OPR.101.(2).A· Menginstalasi sistem operasi berbasis GUI (Graphical
User Interface)
SWR.OPR.102.(2).A· Menginstalasi sistem operasi berbasis text
SWR.OPR.100.(1).A Menginstalasi software
SWR.MNT.201.(1).A Mem-Back-Up dan Me-Restore software
NTW.OPR.100.(2).A· Menginstalasi perangkat jaringan lokal (Local Area
Network)
HDW.MNT.202.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC
yang tersambung jaringan
HDW.MNT.205.(2).A Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang
koneksi jaringan
SWR.OPR.103.(2).A· Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI
(Graphical User Interface)
SWR.OPR.104.(2).A· Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text
NTW.OPR.200.(2).A· Menginstalasi perangkat jaringan berbasis luas
(Wide Area Network )
NTW.MNT.201.(2).A· Mendiagnosis permasalahan perangkat yang
tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area
Network )
NTW.MNT.202.(2).A· Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang
koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network
)
NTW.MNT.300.(3).A· Mengadministrasi server dalam jaringan
A Merancang bangun dan menganalisa Wide Area
Network
· Dalam tahap penyusunan SKKNI
ix
PERISTILAHAN/GLOSSARY
Periferal komputer : merupakan peralatan pendukung dari sebuah
PC. Pada umumnya periferal dapat meliputi
keyboard, mouse, monitor, dan printer.
Disk cleaner : cairan yang digunakan untuk membersihkan
head pada diskdrive
Floopy drive / diskdrive : merupakan komponen komputer yang
digunakan untuk penggerak floopy atau disket
sebagai media penyimpan data
Scandisk : adalah tool yang digunakan untuk memeriksa
struktur file sistem
Disk defragmenter : tool yang digunakan untuk mengatur struktur
atau tata letak file sehingga akan mengurangi
fragmentasi sebuah space hardisk.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI JUDUL
Modul Melakukan perawatan periferal merupakan modul teori dan
atau praktikum yang membahas tentang langkah-langkah yang
diperlukan untuk perawatan periferal dimulai dari persiapan yang
diperlukan sampai dengan pelaporan hasil perawatan periferal.
Modul ini terdiri dari 4 (empat) kegiatan belajar, yaitu membahas
tentang menyiapkan perawatan periferal, melakukan perawatan
periferal, memeriksa hasil perawatan periferal dan melakukan tindakan
korektif serta melaporkan hasil perawatan periferal.
Dengan menguasai modul ini diharapkan peserta diklat mampu
melakukan perawatan periferal.
B. PRASYARAT
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini
adalah :
1) Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Melakukan perbaikan
periferal ( HDW.MNT.204.(2).A)
2) Peserta diklat mengetahui konfigurasi dan spesifikasi periferal pada
PC.
3) Peserta diklat mengetahui cara kerja komponen/modul yang perlu
perawatan.
4) Peserta diklat mengetahui tujuan, prosedur dan cara penggunaan
peralatan untuk perawatan.
2
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa
Siswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraksi dengan
sumber belajar yang mendukungnya, karena itu harus diperhatikan
beberapa hal sebagai berikut :
a. Langkah – langkah Belajar
Untuk menjadi lebih kompeten dan profesional dalam pekerjaan
perawatan periferal, maka Anda harus mencermati beberapa hal
berikut :
1) Apa yang harus disiapkan dalam melakukan perawatan periferal
2) Apa yang harus dilakukan dalam perawatan periferal ?
3) Bagaimana memeriksa hasil perawatan periferal secara fisik
maupun menggunakan software utilitas ?
4) Bagaimana melakukan tindakan korektif dan membuat laporan
perawatan periferal ?
b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Untuk menunjang keselamatan kerja dan kelancaran tugas yang akan
Anda lakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang
diperlukan sesuai dengan jenis tugas pada masing-masing kegiatan
pemelajaran.
c. Hasil Pelatihan
Anda akan mampu melakukan tugas/pekerjaan perawatan periferal.
3
2. Peran Guru
Guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan diri
sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi pemelajaran,
penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media pemelajaran,
dan perangkat evaluasinya.
D. TUJUAN AKHIR
1. Peserta diklat mampu menyiapkan perlengkapan untuk perawatan
periferal
2. Peserta diklat mampu melakukan perawatan periferal
3. Peserta diklat mampu memeriksa hasil perawatan periferal
4. Peserta diklat mampu melakukan tindakan korektif dan melaporkan
hasil perawatan periferal.
4
E. KOMPETENSI
Kompetensi : Melakukan perawatan periferal
Kode : HDW.MNT.102.(2).A
Durasi Pemelajaran : 40 jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
2 1 2 2 1 2 2
KONDISI KINERJA
1. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya
§ SOP perawatan periferal;
§ Instruction Manual dari masing-masing peralatan;
§ Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan;
§ Peralatan atau instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.
2. Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya :
§ HDW.MNT.204.(2).A Melakukan perbaikan periferal
3. Pengetahuan yang dibutuhkan :
§ Kkonfigurasi dan spesifikasi periferal pada PC;
§ Cara kerja komponen / modul yang memerlukan perawatan;
§ Pprosedur dan tindakan perawatan untuk setiap komponen / modul;
§ Ttujuan, produk, prosedur dan cara penggunaan peralatan untuk perawatan;
§ Pprosedur , peralatan dan persoalan lingkungan kerja yang berkaitan dengan proteksi sistem;
§ Penanganan permasalahan perawatan PC dan periferal.
5
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP
BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Menyiapkan perawatan
periferal
§ Jadwal dan prosedur perawatan
disiapkan
§ Peralatan perawatan (tools
kit) disiapkan
§ Peralatan dan bahan
pembersih disiapkan
§ Status/history/log sheet hasil
perawatan sebelumnya diperiksa
§ Jenis-jenis
peralatan dan
bahan pembersih
§ Pengisian
history/log sheet
§ Memilih peralatan
dan bahan
pembersih secara
teliti
§ Menguraikan jenis dan sifat
bahan pembersih yang sesuai
dengan periferal.
§ Menjelaskan hubungan antara
troubleshooting pada periferal
dengan kebersihan komponen
periferal
§ Mengatur jadwal perawatan
periferal
2. Melakukan perawatan
periferal
§ Bagian/komponen periferal
dibersihkan menggunakan
prosedur, cara/metode dan
bahan/peralatan yang sudah
ditentukan
§ Pemeriksaan kabel dan
sambungan ke PC menggunakan
prosedur, cara/ metode
yang sudah ditentukan
§ Langkah-langkah
perawatan
periferal
§ Jenis-jenis korosi
pada komponen
periferal
§ Menjelaskan prosedur
pembersikan komponen pada
periferal
§ Menjelaskan jenis-jenis korosi
pada komponen dan
penyebabnya
§ Membersihkan dan merawat
bagian-bagian periferal secara
teratur
3. Memeriksa hasil perawatan periferal
§ Periferal dapat digunakan
sesuai dengan kriteria unjuk
kerja pada unit kompetensi
HDW.OPR.105.(1).A
§ Penyebab dan kondisi yang
abnormal diidentifikasi dan
dicatat
§ Penggunaan
software utilitas
dalam pengecekan
kondisi periferal
§ Memilih peralatan/
komponen
periferal serta
software yang
akan digunakan
secara teliti
§ Menjelaskan jenis-jenis
software utilitas yang
digunakan untuk menge-cek
kondisi periferal (misal : Norton
Utility, System Configuration
Utility
· Memeriksa hasil pera-watan
periferal secara fisik maupun
mengguna-kan software utilitas
4. Melakukan tindakan
korektif dan melapor-kan
hasil perawatan periferal
§ Tindakan korektif yang bisa
segera diambil untuk mengatasi
kondisi abnormal sesuai
dengan SOP dilaksanakan
§ Laporan dibuat sesuai dengan
format dan prosedur yang
ditetapkan
§ Langkah
penanganan
permasalahan
pada
pengoperasian PC
§ Penyusunan
laporan
§ Menunjukkan
sikap jeli dan
tanggap terhadap
perubahan kondisi
pada periferal
§ Memperlihatkan
sikap responsif
yang tepat
terhadap masalah
yang timbul
§ Menjelaskan langkah-langkah
korektif yang dapat diambil
untuk mengatasi kondisi
abnormal
§ Menguraikan langkah-langkah
penyusunan laporan
§ Melakukan langkah korektif
terhadap kondisi abnormal pada
pengoperasian periferal
§ Membuat laporan perawatan
periferal
6
F. CEK KEMAMPUAN
Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah Anda miliki, maka
isilah cek lis (Ö) seperti pada table di bawah ini dengan sikap jujur dan
dapat dipertanggungjawabkan.
Saya dapat
Melakukan
Pekerjaan ini
dengan
Kompeten
Sub
Kompetensi Pernyataan
Ya Tidak
Bila
Jawaban
“Ya”
Kerjakan
Menyiapkan
perawatan
periferal
1. Menyiapkan peralatan
dan bahan pembersih
yang digunakan untuk
perawatan periferal.
2. Hubungan antara
troubleshooting pada
periferal dengan
kebersihan komponen
periferal.
Tes Formatif
1
Melakukan
perawatan
periferal
1. Melakukan
pembersihan
komponen pada
periferal sesuai dengan
prosedur.
Tes Formatif
2
Memeriksa
hasil
perawatan
periferal
1. Memeriksa hasil
perawatan periferal
secara fisik maupun
dengan menggunakan
software utilitas
Tes Formatif
3
Melakukan
tindakan
korektif dan
melaporkan
hasil
perawatan
periferal
1. Melakukan langkah
korektif terhadap
kondisi abnormal pada
pengoperasian
periferal
2. Membuat laporan
perawatan periferal
Tes Formatif
4
Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas,
maka pelajarilah modul ini.
7
BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA
Kompetensi : Melakukan perawatan periferal
Sub Kompetensi : 1. Menyiapkan perawatan periferal
2. Melakukan perawatan periferal
3. Memeriksa hasil perawatan periferal
4. Melakukan tindakan korektif dan melaporkan
hasil perawatan periferal
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Menyiapkan perawatan
periferal
Melakukan perawatan
periferal
Memeriksa hasil
perawatan periferal
Melakukan tindakan
korektif dan melaporkan
hasil perawatan
periferal
8
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1: Menyiapkan perawatan periferal
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
mempersiapkan bahan yang digunakan untuk melakukan perawatan
sesuai dengan periferal.
b. Uraian Materi 1
1) Pendahuluan
Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC.
Pada umumnya periferal dapat meliputi keyboard, mouse, monitor, dan
printer. Pada umumnya periferal mengalami masalah yang disebabkan
karena debu, percikan air, dan kotoran. Untuk membersihkannya
dapat digunakan peralatan dan bahan yang sederhana seperti :
· Kuas
· Penyedot debu mini
· Kain kering atau tisu
· Cairan pembersih / cleaner
2) Bahan atau peralatan untuk membersihkan periferal
a) Kuas
Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debu
atau kotoran yang tertinggal dalam periferal. Keyboard merupakan
periferal yang sering terkena debu dan kotoran yang terselip diantara
tombol tombol keyboard. Selain itu kuas juga digunakan untuk
membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi pada monitor
9
serta dapat juga digunakan untuk membersihkan bola mouse yang
sudah mulai lambat untuk mouse-mouse lama.
Gambar 1. Kuas Pembersih
b) Penyedot debu mini
Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang digunakan untuk
menghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih
bersih. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat
dengan ukuran yang beragam, dimaksudkan untuk disesuaikan luas
sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan
untuk membersihkan keyboard, fentilasi udara pada monitor dan pada
fan atau kipas, bahkan sangat baik digunakan untuk membersihkan
rangkaian mainboard.
10
Gambar 2. Penyedot Debu Mini
c) Kain kering atau tisu dan cairan pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran cair
yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar
atau belum mengering. Tisu atau kain kering Kotoran cair sangat
berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat
menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek
atau kerusakan pada periferal. Tisu juga dapat digunakan untuk
memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya
yang mudah menyerap cairan. Sedangkan cairan pembersih digunakan
untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti
percikan dari tinta printer. Digunakan pada layar monitor, casing, body
monitor, dan body printer.
11
Gambar 3. Kain Kering dan Cairan Pembersih
3) Troubleshooting pada periferal akibat kurang menjaga
kebersihan komponen
Debu merupakan salah satu jenis kotoran yang terdapat pada periferal
komputer. Debu dapat masuk kedalam komponen yang berada di luar
atau akibat dari fan yang menyedot udara. Debu-debu ini akan sangat
mengganggu fungsi dari sebuah periferal, karena debu dapat
menghalangi arus listrik. Tinta atau kotoran cair yang berasal dari
minuman juga sangat sering terjadi dan menyebabkan masalah pada
periferal komputer. Berikut jenis masalah yang timbul pada beberapa
periferal komputer:
12
a) Keyboard.
Debu dan kotoran dapat masuk ke dalam keyboard melalui sela-sela
tombol pada keyboard. Debu dan kotoran akan menumpuk menjadi
banyak dan mengeras sehingga akan mengganggu kenyamanan dalam
menekan tombol atau tombol keyboard akan menjadi keras. Selain
debu dan kotoran padat, kotoran jenis cair juga sangat sering terjadi.
Minuman yang tumpah merupakan penyebab yang sering terjadi yang
membuat keyboard macet, tombol seperti terpencet terus, dan juga
dapat terjadi hubung pendek yang dapat mengakibatkan keyboard tak
dapat dipakai kembali, dan yang paling parah menyebabkan port PS/2
pada motherboard rusak.
Gambar 4. Keyboard
b) Monitor
Debu pada monitor akan membuat layar buram dan jika debu tersebut
sudah menempel pada layar kemudian cara membersihkannya tidak
benar dapat menggores layar monitor. Selain pada layar, debu juga
dapat menutupi fentilasi udara pada monitor yang akan menimbulkan
panas yang berlebihan pada monitor.
Untuk kotoran cair yang masuk ke dalam monitor dapat
mengakibatkan kerusakan monitor.
13
Gambar 5. Monitor PC
c) Fan
Debu pada fan sangat sering dijumpai jika periferal komputer terletak
pada ruang terbuka atau banyak debu. Karena debu ini akan tersedot
oleh fan casing maupun fan periferal yang lain. Debu ini akan
menghambat putaran fan jika telah menempel pada poros dari fan
tersebut.
Gambar 6. Fan pada PC
d) Printer
Printer merupakan periferal komputer yang sangat rawan terkena
kotoran baik cair maupun debu. Untuk debu akan berakibat roller
14
pemutar kertas menjadi terhambat hal ini terjadi jika debu sudah
menumpuk terlalu banyak. Sedangkan untuk kotoran cair disebabkan
oleh tinta yang tumpah. Selain akan mengotori printer tinta dapat
mengotori head atupun catridge. Perlu diketahui bahwa catriadge
merupakan komponen yang sangat rawan, sehingga trouble yang
paling parah adalah catridge mati merupakan kasus yang sering terjadi
akibat tinta yang berlebihan.
Gambar 7. Printer
e) Mouse
Mouse merupakan periferal paling rawan terhadap debu, terutama
mouse yang masih menggunakan bola. Mouse bersentuhan langsung
dengan alas (mousepad) dimana alas tersebut merupakan sumber
debu. Jika debu telah banyak yang menempel pada mouse, maka
gerakan bola tidak normal, dapat dilihat dari gerak kursor yang
meloncat - loncat ataupun dirasa sangat lambat. Hal ini akan membuat
mouse sulit diarahkan.
15
Gambar 8. Mouse
c. Rangkuman 1
1) Periperal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah
PC. Periferal dapat meliputi keyboard, mouse, monitor, printer
dan masih banyak periferal yang lain
2) Pada umumnya periferal bermasalah pada kebersihannya karena
debu, sisa makanan dan percikan air
3) Untuk membersihkan periferal dapat digunakan : kuas, penyedot
debu mini, kain kering atau tissu, cairan pembersih atau cleaner.
d. Tugas 1
1) Identifikasi kasus-kasus kerusakan yang ada pada periferal yang
ada di laboratorium komputer anda
2) Buatlah jadwal rutin untuk perawatan periferal yang ada
e. Test Formatif 1
1) Apa penyebab umum kasus-kasus kerusakan pada periferal.
2) Untuk membersihkan debu pada keyboard atau periferal yang
lain, umumnya digunakan apa ?
3) Untuk membersihkan cairan atau noda yang sudah mengering
pada periferal, umumnya digunakan apa ?
4) Kalau mouse yang masih menggunakan bola kotor kena debu,
bagian apa yang perlu dibersihkan.
16
f. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Debu, kotoran atau cairan.
2) Kuas atau penyedot debu mini
3) Kain, tisu dan cleaner
4) Yang perlu dibersihkan adalah bolanya, dengan cara membuka
penutup bola dan memberishkannya dengan tisu atau kain.
g. Lembar Kerja 1
Alat dan bahan :
1) Periferal komputer
a) Monitor
b) Keyboard
c) Mouse
d) Printer
2) Peralatan dan bahan pembersih :
a) kuas
b) penyedot debu mini
c) kain atau tisu
d) cairan pembersih atau cleaner
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
17
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Amatilah kondisi kebersihan komponen periferal yang ada, catat
dalam hasil pengamatan.
3) Jika ada periferal yang trouble secara phisik, catat penyebabnya.
4) Buatlah jadwal perawatan rutin untuk semua periferal
5) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
6) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
18
2. Kegiatan Belajar 2: Melakukan perawatan periferal
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
mengetahui prosedur melakukan pembersihan komponen pada
periferal.
b. Uraian Materi
1) Prosedure pembersihan komponen pada periferal
Untuk melakukan pembersihan komponen pada periferal harus melalui
cara atau prosedure tertentu. Prosedur yang diambil harus disesuakan
dengan jenis periferal dan kotoran yang berada pada periferal
tersebut.
Berikut langkah-langkah pembersihan komponen periferal:
a) Keyboard
Gambar 9. Perawatan Keyboard
Prosedur membersihkan keyboard dari kotoran cair:
· Gunakan lap kering atau tisu untuk membersihkan kotoran cair.
19
· Untuk membersihkannya keyboard harus di buka terlebih dahulu.
Pada bagian dalam pada keyboard harus hati-hati dalam
membersihkannya dikarenakan sangat rawan dengan goresan
yang dapat mengakibatkan jalur menjadi putus. Untuk tombol
penghantar dibersihkan satu persatu pada bagian arang atau
penghantarnya. Untuk bagian konektor juga diperiksa terutama
kabel, karena kabel sangat kecil dan kabel keyboard biasanya
sangat mudah ke himpit baik meja maupun benda lain.
Gambar 10. Perawatan Keyboard dari Debu
Membersihkan keyboard dari debu dan kotoran:
Gunakan kuas kecil atau vacuum cleaner dengan ujung sikat yang
kecil dan sempit. Sehingga debu atau kotoran dapat mudah
tersedot.
b) Mouse
Prosedur membersihkan mouse dari debu :
· Gunakan lap dan cairan pembersih kotoran atau debu yang
menempel pada bola maupun poros pada mouse.
20
· Cairan pembersih digunakan jika kotoran atau debu yang
menempel pada bola atau poros susah dihilangkan.
Gambar 11. Perawatan Mouse
c) Monitor
Prosedur membersihkan monitor :
· Gunakan kuas kecil atau vacum cleaner dengan ujung sikat kecil
untuk membersihkan debu.
21
· Untuk membersihkan monitor dari kotoran cair yang menempel
pada layar, gunakan cairan pembersih kemudian dilap dengan
kain kering. Terutama pada bagian sudut dari layar.
Gambar 12. Perawatan Monitor
d) Printer
Permasalahan pada printer sering diakibatkan oleh tinta yang tumpah
dan debu yang menghambat pada roller pemutar kertas. Untuk tinta
yang menempel pada body atau case printer cukup dibersihkan
dengan kain lembab. Sedangkan untuk tinta yang meluap atau tumpah
pada bagian dalam perlu digunakan tisu yang lembut dan mudah
meresap cairan. Pada head print perlu kehati-hatian dalam
mengusapkan tisu, jangan pernah menyentuh mata head dengan
tangan karena akan membuat korosi pada mata head printer.
Prosedur perawatan printer :
· Gunakan kain lembab untuk membersihkan printer. Jangan
menggunakan cairan yang mudah terbakar seperti alkohol, bensin
22
atau thinner. Bila cairan yang mudah terbakar berhubungan
dengan komponen elektrik di dalam printer maka dapat
mengakibatkan kebakaran atau hubung singkat. Selalu lepaskan
printer dari stop kontak pada saat printer dibersihkan.
· Jangan meletakkan printer di tempat yang tidak stabil atau mudah
terkena getaran atau goncangan. Printer dapat terjatuh dan
mengalami kerusakan.
· Jangan meletakkan printer di tempat yang lembab atau berdebu,
yang langsung terkena matahari atau dekat dengan sumber panas
atau api.
Gambar 13. Perawatan Printer
2) Korosi pada periferal komputer
Korosi pada komponen periferal komputer jarang sekali terjadi,
umumnya hanya terjadi pada printer. Dikarenakan bahan dari periferal
komputer umumnya terbuat dari bahan anti korosi. Sehingga untuk
jenis korosi pada periferal komputer hanya berupa: korosi pada logam,
biasanya terletak pada mat head atau konektor yang diakibatkan
23
tersentuh oleh tangan yang berkeringat. Korosi ini akan berakibat
mengurangi daya hantar konektor sehingga dapat mengganggu
periferal.
c. Rangkuman 2
1) Untuk melakukan pembersihan komponen pada periferal harus
melalui cara atau prosedure tertentu. Prosedur yang diambil harus
disesuakan dengan jenis periferal dan kotoran yang berada pada
periferal tersebut.
2) Korosi akan berakibat mengurangi daya hantar konektor sehingga
dapat mengganggu kerja periferal. Untuk membersihkan korosi
yang ada pada periferal dapat dilakukan dengan menggunakan
cairan khusus untuk menghilangkan korosi, tetapi jangan
menggunakan cairan yang mudah terbakar (seperti : alkohol,
bensin atau thinner).
d. Tugas 2
Bacalah Instruction Manual dari masing-masing peralatan periferal PC
yang ada di laboratorium komputer anda.
e. Test Formatif 2
1) Sebutkan langkah-langkah atau prosedur perawatan periferal
berikut ini :
a) Keyboard
b) Monitor
c) Mouse
d) Printer
24
2) Korosi yang terjadi pada periferal akan mengganggu kerja
peralatan tersebut. Bagaimana prosedur perawatan yang perlu
dilakukan untuk menghindarkan korosi.
f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Lihat uraian materi hal 16 s.d. hal 22.
2) Prosedur perawatan untuk menghilangkan korosi : Gunakan cairan
khusus untuk menghilangkan korosi, tetapi jangan menggunakan
cairan yang mudah terbakar (seperti : alkohol, bensin atau
thinner).
g. Lembar Kerja 2
Alat dan bahan :
1) Periferal komputer
a) Monitor
b) Keyboard
c) Mouse
d) Printer
2) SOP dan Instruction manual dari masing-masing peralatan.
3) Peralatan dan bahan pembersih :
a) kuas
b) penyedot debu mini
c) kain atau tisu
d) cairan pembersih atau cleaner
25
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Lakukanlah perawatan kebersihan masing-masing periferal dengan
berpedoman pada uraian materi kegiatan belajar 2 serta instruction
manual yang ada.
3) Buatlah rangkuman perawatan yang telah anda lakukan pada
langkah kerja ke-2 untuk masing-masing periferal. Masukkan ke
Tabel 3.
4) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
5) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
Tabel 3. Rangkuman perawatan periferal.
No Jenis periferal Faktor penyebab Perawatan yang
dilakukan
a. Debu
b. Kotoran
1 Monitor
c. Cairan
a. Debu
b. Kotoran
2 Keyboard
c. Cairan
a. Debu
b. Kotoran
3 Mouse
c. Cairan
a. Debu
b. Kotoran
4 Printer
c. Cairan
26
3. Kegiatan Belajar 3: Memeriksa hasil perawatan periferal
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
mengetahui software atau tool apa saja yang digunakan untuk
pengecekan periferal.
b. Uraian Materi 1
1) Tool yang digunakan utuk mengecek periferal
Windows banyak menyediakan tool untuk mengecek periferal yang
terpasang dalam komputer, walaupun banyak juga tool yang
disertakan dari vendornya untuk mengecek periferal tersebut. Berikut
beberapa tool yang digunakan untuk mengecek periferal :
a) Device Manager
Device manager digunakan untuk mengetahui keadaan secara
menyeluruh. Untuk menampilkannya: klik kanan pada my computer à
properties, kemudian pilih tab hardware à device manager.
Dari tampilan Device manager pada gambar 15 dapat diketahui semua
hardware yang terpasang pada PC. Tool ini dapat digunakan untuk
disable/enable hardware yang dipasang dan juga untuk uninstall driver
maupun update driver. Device manager juga dapat memberikan
informasi apakah periferal tersebut sudah terinstall drivernya dengan
baik atau belum. Apabila periferal tersebut belum terinstall dengan
sempurna, maka akan terdapat simbol “!” pada periferal tersebut.
27
Gambar 14. Tampilan Device Manager
Gambar 15. Tampilan Device Manager untuk Disable/Enable Hardware
28
b) System Information
System information digunakan untuk mengetahui informasi bagian
hardware. Untuk memanggil tool ini klik startà programàacessoriesà
system toolsà system information. Akan didapatkan tampilan seperti
gambar 17.
Gambar 16. Tampilan System Information
Dari tampilan pada gambar 17 dapat diketahui semua informasi
tentang hardware yang terpasang pada PC. Tool System information
ini dilengkapi dengan fungsi cari yang berfungsi untuk memudahkan
pencarian komponen dalam komputer. Selain itu tool ini dilengkapi
juga dengan fasilitas yang mampu digunakan untuk mendiagnosa
jaringan, hardware dan file system.
29
Gambar 17. Tampilan System Information (lanjutan)
c) Direct X
DirectX merupakan tool bawaan windows yang digunakan untuk
mendiagnosa semua hardware yang berhubungan dengan grafis,
network dan multimedia. Tool DirectX dapat juga dipanggil dari tool
system information.
Gambar 18 menampilkan secara keseluruhan dari tool Direct X.
DirectX mampu mendiagnosis system, display monitor, sound, music,
input, dan network. Tool ini dilengkapi dangan feature-feature
acceleration untuk meningkatkan performance dari fungsi periferal.
30
Gambar 18. Tampilan Tool DirectX untuk Diagnosis Bagian Sound
Tampilan tool DirectX terdiri dari tiga bagian yaitu Device, driver,
feature dan note. Pada bagian device berisi nama dari periferal yang
terpasang. Untuk driver berisi tentang driver yang dipakai meliputi
versi dan vendor pembuatnya. Sedangkan untuk note adalah berupa
log yang menerangkan kondisi dari periferal, apakah ada konflik atau
tidak.
Dengan tool DirextX dapat diketahui ada tidaknya trouble pada
periferal yang terpasang. Tool ini sangat mudah digunakan untuk
mengetes kemampuan resolusi monitor, kemampuan dukungan 3D.
31
Gambar 19. Tampilan Tool DirectX untuk Diagnosis Bagian Display
Tampilan pada gambar 20 menunjukkan bahwa tidak ditemukan
problem pada bagian periferal display.
d) Printer Tool
Tool yang digunakan untuk perawatan printer dapat menggunakan
software dari vendornya. Penjelasan dalam modul ini menggunakan
printer dengan merk Cannon S200Spx. Berikut tool yang digunakan
untuk mendiagnosis printer.
32
Gambar 20. Tampilan Maintenance pada Canon S200SP
Berdasarkan gambar 20, ada beberapa pilihan yang dapat digunakan
untuk merawat printer.
Cleaning dan deep cleaning digunakan untuk membersihkan head
dari tinta yang menghambat jarum head printer. Perbedaan cleaning
dan deep cleaning adalah dari kadar pembersihannya. Untuk deep
cleaning lebih bersih dan lebih maximal dalam membersihkan jarum
head printer.
Nozzle check digunakan untuk mengecek pola dari head printer, cara
ini digunakan jika pola printer mengalami permasalahan.
Print Head alinggment digunakan untuk memperbaiki posisi head
printer jika mengalami penyimpangan. Jika posisi head tidak dibenahi
33
maka dalam mencetak garis mengalami penyimpangan. Begitu juga
untuk hasil cetakan warna ,jika tidak dilakuakan pembenahan
alignment-nya, kualitas warna akan menjadi jelek.
Ink Counter Reset, digunakan untuk mereset indicator tinta agar
penuh kembali. Tool ini digunakan apabila telah dilakukan pengisian
tinta. Sebagai catatan jika setiap mengisi tinta diusahakan sampai
penuh benar sehingga indicator akan bekerja dengan tepat. Saat
mengaktifkan opsi ini pastikan printer dalam keadan on.
Low Ink Warning Setting digunakan untuk menampilkan pesan
atau warning jika kondisi tinta hampir habis. Opsi sangat penting
Karena akan memberi tahu kondisi tinta, langkah ini merupakan
langkah preventif yang digunakan untuk mencegah kerusakan catridge
yang diakibatkan karena kehabisan tinta.
Customs Setting digunakan untuk operation mode printer dalam
mengatur lama tidaknya waktu tunggu sampai tinta kering. Hal ini
dimaksudkan untuk mengatur kecepatan mencetak untuk tiap
lembarnya jika waktu pengeringan tinta di percepat. Namun hal ini
akan berakibat kertas menjadi kotor karena proses pengeringan belum
selesai maka perlu ditambah waktu untuk melakukan pengeringan
dengan menggeser slide bar ke kanan maka waktu tunggu
pengeringan tinta akan semakin lama atau lebih kering.
c. Rangkuman 3
1) Untuk melakukan perawatan periferal terlebih dahulu harus
mengetahui informasi periferal yang terpasang pada PC. Informasi
ini dapat dilakukan dengan menggunakan software utilitas/tool
yang tersedia pada windows ataupun software yang disertakan
oleh vendornya.
34
2) Beberapa tool yang digunakan untuk mengecek periferal:
- Device Manager
- System Information
- Direct X
- Printer Tools
d. Tugas 3
Operasikanlah beberapa software yang tersedia untuk mengetahui
informasi kondisi periferal PC yang ada.
e. Test Formatif 3
Jelaskan fungsi masing-masing software berikut ini :
1) Device manager
2) System information
3) DirectX
4) Tool printer
f. Kunci Jawaban Formatif 3
1) Device manager digunakan untuk mengetahui keadaan hardware
secara menyeluruh.
2) System information digunakan untuk mengetahui informasi bagian
hardware.
3) Dirext X yang merupakan tool bawaan windows digunakan untuk
mendiagnosa semua hardware yang berhubungan dengan grafis,
network dan multimedia.
4) Printer Tool digunakan untuk mendiagnosis kondisi printer.
35
g. Lembar Kerja 3
Alat dan Bahan
1) Unit komputer
2) Software untuk perawatan periferal ( Device manager, System
information, DirectX dan Tool printer).
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Operasikanlah tool design manager untuk melihat keseluruhan
hardware yang ada pada komputer anda.
3) Operasikanlah tool sytem information untuk mengetahui informasi
bagian hardware yang terpasang pada komputer anda.
4) Lakukanlah pembersihan head printer dengan menggunakan tool
printer yang ada.
5) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
6) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
36
4. Kegiatan Belajar 4: Melakukan Tindakan Korektif dan
Melaporkan Hasil Perawatan Periferal
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
menjelaskan langkah-langkah korektif yang dapat diambil untuk
mengatasi kondisi abnormal.
b. Uraian Materi 1
1) Tindakan korektif
Tindakan korektif dimaksudkan sebagai langkah awal yang diambil
untuk mengatasi kondisi abnormal. Gejala abnormal pada periferal
dapat diketahui dari pesan kesalahan dalam komputer. Tindakan
korektif yang perlu dilakukan adalah dengan mengenali pesan
kesalahan yang muncul. Kemudian dari pesan kesalahan tersebut
dapat diisolasi ke dalam lingkup yang lebih kecil, misal pada bagian
input atau pada bagian driver-nya. Selanjutnya kita dapat menentukan
langkah-langkah perbaikan.
Sebagai contoh gejala abnormal pada keyboard, saat booting akan
terlihat pesan bahwa keyboard error. Dengan demikian diambil
tindakan korektif dengan menganalis error tersebut. Dengan demikian
akan diketahui lingkup dari kesalahan keyboard tersebut terletak dalam
hardware dikarenakan keyboard belum masuk ke dalam sistem operasi
atau belum ada driver yang diperlukan. Masih banyak contoh tindakan
korektif yang perlu dilakukan sebagai langkah awal dalam perawatan
periferal agar periferal tetap terjaga keawetan dan fungsionalitasnya.
37
2) Penyusunan laporan
Setiap terjadi kerusakan atau maintenance pada sebuah periferal perlu
dilakukan pencatatan atau pembuatan laporan. Laporan dapat berupa
log sheet atau sejenisnya, dengan logsheet yang dibuat setiap
melakukan maintenance atau tindakan perawatan terhadap periferal
akan mempermudah pengecekan kondisi komputer dan periferalnya.
Contoh logsheet dapat dilihat pada tabel 4.
Dalam logsheet yang perlu dilaporkan meliputi:
· Tanggal: waktu kapan dilakukan maintenance suatu periferal
· Nama periferal: nama atau jenis periferal yang dimaintenance
· Gejala kerusakan : gejala dari periferal yang mengalami
kerusakan
· Tindakan korektif : tindakan yang dilakukan untuk melakukan
perbaikan terhadap periferal.
· Keterangan: dapat berupa hasil dari perbaikan dari periferal baik
dapat dibenahi maupun tidak dapat dibenahi.
Tabel 4. Logsheet untuk Perawatan Periferal
No Tanggal Nama
periferal
Gejala
kerusakan
Tindakan
korektif keterangan
1
2
3
4
5
6
7
8
38
c. Rangkuman 4
1) Tindakan korektif dimaksudkan sebagai langkah awal yang dapat
diambil untuk mengatasi kondisi abnormal.
2) Gejala abnormal pada periferal dapat diketahui dari pesan kesalahan
dalam komputer.
3) Tindakan korektif yang perlu dilakukan adalah dengan mengenali
pesan kesalahan yang muncul.
4) Setiap terjadi kerusakan atau maintenance pada sebuah periferal
perlu dilakukan pencatatan atau pembuatan laporan. Laporan dapat
berupa log sheet atau sejenisnya.
d. Tugas 4
1) Lakukanlah langkah-langkah korektif yang perlu dilakukan untuk
perawatan periferal yang ada.
2) Lakukanlah pencatatan dan pembuatan laporan untuk perawatan
periferal dalam logsheet yang tersedia.
e. Test Formatif 4
1) Tindakan korektif apa yang perlu dilakukan untuk menjaga agar
periferal PC tetap dapat berfungsi dengan baik.
2) Uraikanlah langkah-langkah pembuatan laporan perawatan
periferal.
f. Kunci Jawaban Formatif 4
1) Selalu menjaga kebersihan komponen pada periferal, baik dari
kotoran cair maupun debu. Selain dari pada itu juga selalu
melakukan pengecekan periferal dengan menggunakan software
yang tersedia pada windows maupun software yang disediakan
oleh vendornya. Buat jadwal rutin untuk perawatan periferal.
39
2) Lihat halaman 36.
g. Lembar Kerja 4
Alat dan Bahan
1) Unit komputer
2) Logsheet untuk masing-masing periferal
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Lakukan operasi booting komputer, amatilah dan catat gejala
kerusakan yang muncul. Jika ada pesan kesalahan catat pada
logsheet yang tersedia (Tabel 5)
Tabel 5. Logsheet untuk perawatan periferal
No Tanggal
Nama
periferal
Gejala
kerusakan
Tindakan
korektif
keterangan
1
2
3
4
5
6
3) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
40
4) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
BAB III
EVALUASI
A. PERTANYAAN
1. Uraikanlah jenis dan sifat bahan pembersih yang sesuai untuk
perawatan periferal
2. Jelaskan hubungan antara troubleshooting pada periferal dengan
kebersihan komponen periferal.
3. Jelaskan prosedur pembersihan komponen pada periferal
4. Jelaskan jenis-jenis korosi pada komponen periferal dan
penyebabnya.
5. Jelaskan jenis-jenis software utilitas yang digunakan untuk
mengecek kondisi periferal.
6. Lakukan perawatan printer secara phisik dan dengan software
7. Lakukan perawatan mouse terhadap debu
8. Lakukan perawatan keyboard dari debu dan kotoran pada
keypadnya.
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI
1. Jenis-jenis bahan pembersih :
· Kuas
· Penyedot debu mini
· Kain kering atau tisu
· Cairan pembersih / cleaner
Untuk membersihkan korosi yang ada pada periferal dapat
dilakukan dengan menggunakan cairan khusus untuk
41
menghilangkan korosi, tetapi jangan menggunakan cairan yang
mudah terbakar (seperti : alkohol, bensin atau thinner).
2. Kebersihan komponen sangat berpengaruh terhadap kinerja
periferal.
Contoh : kotoran pada printer akan mengakibatkan roller kertas
tidak dapat menarik kertas dengan lancar.
3. Prosedur pembersihan komponen tergantung dengan jenis periferal
yang dibersihkan, prosedur selengkapnya lihat halaman 17 s.d. hal.
22.
4. Korosi disebabkan oleh kotoran cair, biasanya terjadi pada konektor
dan head printer.
5. Software yang digunakan untuk pengecekan periferal antara lain
Device manager, System Information, DirextX ataupun Tool printer.
6. Evaluasi no. 6, 7, dan 8. Penilaian berdasarkan kebenaran prosedur
yang dilakukan , keselamatan kerja , hasil yang diperoleh.
C. KRITERIA KELULUSAN
Aspek
Skor
(1-10)
Bobot Nilai Keterangan
Kognitif (soal no 1 s/d 6) 4
Kebenaran prosedur perawatan 3
Hasil 2
Keselamatan kerja 1
Nilai Akhir
Syarat lulus
nilai minimal 70
dan skor setiap
aspek minimal
7
Kategori kelulusan:
70 – 79 : Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja dengan bimbingan.
80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
42
Senin, 22 September 2008
modul 3 asli
Diposting oleh mr.agung di 9/22/2008
modul 2
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUMDIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Mellakukan Perawatan PC
KATA PENGANTAR
Modul dengan judul “ Melakukan Perawatan PC “ merupakan bahan
ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari
kompetensi bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi pada
Program Keahlian Teknik Komputer dan Pengelolaan Jaringan.
Modul ini menguraikan tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk
perawatan PC dimulai dari persiapan yang diperlukan sampai dengan
pelaporan hasil perawatan PC. Modul ini terdiri dari 4 kegiatan belajar.
Kegiatan Belajar 1 membahas tentang menyiapkan perawatan PC,
Kegiatan Belajar 2 membahas tentang melakukan perawatan PC, Kegiatan
Belajar 3 membahas tentang memeriksa hasil perawatan PC dan Kegiatan
Belajar 4 membahas tentang melakukan tindakan korektif dan melaporkan
hasil perawatan PC.
Modul ini terkait dengan modul-modul lain yang membahas tentang
Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang sistem PC. Oleh karena itu,
sebelum menggunakan modul ini peserta diklat diwajibkan telah
mengambil modul tersebut.
Yogyakarta, Desember 2004
Penyusun
Tim Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
iv
DAFTAR ISI MODUL
Halaman
HALAMAN DEPAN ............................................................................ i
HALAMAN DALAM ............................................................................ ii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iii
DAFTAR ISI MODUL ......................................................................... iv
PETA KEDUDUKAN MODUL .............................................................. vi
PERISTILAHAN / GLOSSARY ............................................................. viii
I. PENDAHULUAN ..................................................................1
A. DESKRIPSI JUDUL.............................................................1
B. PRASYARAT .....................................................................1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL .....................................2
1. Petunjuk Bagi Siswa ....................................................2
2. Peran Guru .................................................................2
D. TUJUAN AKHIR ................................................................3
E. KOMPETENSI ...................................................................4
F. CEK KEMAMPUAN ............................................................7
II. PEMELAJARAN ...................................................................8
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA .......................................8
B. KEGIATAN BELAJAR .........................................................8
1. Kegiatan Belajar 1 : Menyiapkan perawatan PC ............9
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran..................................9
b. Uraian Materi 1.......................................................9
c. Rangkuman 1.........................................................14
d. Tugas 1 .................................................................15
e. Tes Formatif 1........................................................15
f. Kunci Jawaban Formatif 1 .......................................16
g. Lembar Kerja 1.......................................................16
2. Kegiatan Belajar 2 : Melakukan perawatan PC ...............17
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................17
b. Uraian Materi 2.......................................................17
c. Rangkuman 2.........................................................31
d. Tugas 2 .................................................................31
v
e. Tes Formatif 2........................................................32
f. Kunci Jawaban Formatif 2 .......................................32
g. Lembar Kerja 2.......................................................32
3. Kegiatan Belajar 3 : Memeriksa hasil perawatan PC .......34
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................34
b. Uraian Materi 3.......................................................34
c. Rangkuman 3.........................................................48
d. Tugas 3 .................................................................49
e. Tes Formatif 3........................................................49
f. Kunci Jawaban Formatif 3 .......................................49
g. Lembar Kerja 3.......................................................50
4. Kegiatan Belajar 4 : Melakukan tindakan korektif dan
melaporkan hasil perawatan PC....................................52
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................52
b. Uraian Materi 4.......................................................52
c. Rangkuman 4.........................................................54
d. Tugas 4 .................................................................54
e. Tes Formatif 4........................................................54
f. Kunci Jawaban Formatif 4 .......................................54
g. Lembar Kerja 4.......................................................55
III.EVALUASI ......................................................................... 56
A. PERTANYAAN ..................................................................56
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI .............................................56
C. KRITERIA KELULUSAN .....................................................57
IV.PENUTUP ............................................................................58
PETA KEDUDUKAN MODUL
HDW.DEV.100.
(2).A·
1 2 3
LULUS SMK
HDW.MNT.201.
(2).A
HDW.MNT.203.
(2).A
SWR.OPR.101.
(2).A·
SWR.OPR.100.
(1).A
HDW.MNT.102.
(2).A
SWR.OPR.102.
(2).A·
HDW.MNT.10
1.(2).A
HDW.MNT.204.
(2).A
SWR.MNT.201.
(1).A
NTW.OPR.100.
(2).A·
HDW.MNT.202.
(2).A
HDW.MNT.205.
(2).A
SWR.OPR.103.
(2).A·
SWR.OPR.104.
(2).A·
NTW.OPR.200.
(2).A·
NTW.MNT.201.
(2).A·
NTW.MNT.202.
(2).A·
NTW.MNT.300.
(3).A·
A 4
LULUS SMK SLTP & yang
sederajat
vii
Keterangan :
HDW.DEV.100.(2).A· Menginstalasi PC
HDW.MNT.201.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan
periferal
HDW.MNT.203.(2).A Melakukan perbaikan dan / atau setting ulang sistem PC
HDW.MNT.204.(2).A Melakukan perbaikan periferal
HDW.MNT.101.(2).A Melakukan perawatan PC
HDW.MNT.102.(2).A Melakukan perawatan periferal
SWR.OPR.101.(2).A· Menginstalasi sistem operasi berbasis GUI (Graphical
User Interface)
SWR.OPR.102.(2).A· Menginstalasi sistem operasi berbasis text
SWR.OPR.100.(1).A Menginstalasi software
SWR.MNT.201.(1).A Mem-Back-Up dan Me-Restore software
NTW.OPR.100.(2).A· Menginstalasi perangkat jaringan lokal (Local Area
Network)
HDW.MNT.202.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang
tersambung jaringan
HDW.MNT.205.(2).A Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang koneksi
jaringan
SWR.OPR.103.(2).A· Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI
(Graphical User Interface)
SWR.OPR.104.(2).A· Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text
NTW.OPR.200.(2).A· Menginstalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide
Area Network )
NTW.MNT.201.(2).A· Mendiagnosis permasalahan perangkat yang
tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
NTW.MNT.202.(2).A· Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang koneksi
jaringan berbasis luas (Wide Area Network )
NTW.MNT.300.(3).A· Mengadministrasi server dalam jaringan
A Merancang bangun dan menganalisa Wide Area
Network
· Dalam tahap penyusunan SKKNI
viii
PERISTILAHAN/GLOSSARY
Disk cleaner : cairan yang digunakan untuk membersihkan
head pada diskdrive
Floopy drive / diskdrive : merupakan komponen komputer yang
digunakan untuk penggerak floopy atau disket
sebagai media penyimpan data
Scandisk : adalah tool yang digunakan untuk memeriksa
struktur file sistem
Disk defragmenter : tool yang digunakan untuk mengatur struktur
atau tata letak file sehingga akan mengurangi
fragmentasi sebuah space hardisk.
VGA card : komponen komputer yang difungsikan untuk
mengolah grafik untuk ditampilkan ke dalam
layar monitor
CPU : Komponen ini merupakan otak dari komputer,
kecepatan dan kecerdasan prosessor
tergantung dari kecepatannya
Motherboard : merupakan tempat dari semua komponen
komputer terpasang
Expansion card : merupakan komponen tambahan yang
terpasang pada komputer
Heatsink : Pendingin
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI JUDUL
Modul Melakukan perawatan PC merupakan modul teori dan atau
praktikum yang membahas tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk
perawatan PC dimulai dari persiapan yang diperlukan sampai dengan
pelaporan hasil perawatan PC.
Modul ini terdiri dari 4 (empat) kegiatan belajar, yaitu membahas tentang
menyiapkan perawatan PC, melakukan perawatan PC, memeriksa hasil
perawatan PC dan melakukan tindakan korektif serta melaporkan hasil
perawatan PC.
Dengan menguasai modul ini diharapkan peserta diklat mampu melakukan
perawatan PC.
B. PRASYARAT
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini adalah :
1) Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Melakukan perbaikan
dan/atau setting ulang sistem PC ( HDW.MNT.203.(2).A)
2) Peserta diklat mampu menggunakan alat ukur listrik
3) Peserta diklat mengetahui konfigurasi dan spesifikasi perangkat PC,
termasuk komponen pada bagian input, proses dan output.
4) Peserta diklat mengetahui cara kerja komponen/periferal yang
memerlukan perawatan.
5) Peserta diklat mengetahui tujuan, prosedur dan cara penggunaan
peralatan untuk perawatan.
2
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa
Siswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraksi dengan sumber
belajar yang mendukungnya, karena itu harus diperhatikan beberapa hal
sebagai berikut :
a. Langkah – langkah Belajar
Untuk menjadi lebih kompeten dan profesional dalam pekerjaan perawatan
PC, maka Anda harus mencermati beberapa hal berikut :
1) Apa yang harus disiapkan dalam melakukan perawatan PC ?
2) Apa yang harus dilakukan dalam perawatan PC ?
3) Bagaimana memeriksa hasil perawatan PC secara fisik maupun
menggunakan software utilitas ?
4) Bagaimana melakukan tindakan korektif dan membuat laporan perawatan
PC ?
b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Untuk menunjang keselamatan kerja dan kelancaran tugas yang akan Anda
lakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang diperlukan sesuai
dengan jenis tugas pada masing-masing kegiatan pemelajaran.
c. Hasil Pelatihan
Anda akan mampu melakukan tugas/pekerjaan perawatan PC.
2. Peran Guru
Guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan diri
sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi pemelajaran, penguasaan
3
materi, pemilihan metode, alat bantu media pemelajaran, dan perangkat
evaluasinya.
D. TUJUAN AKHIR
1. Peserta diklat mampu menyiapkan perlengkapan untuk perawatan PC
2. Peserta diklat mampu melakukan perawatan PC
3. Peserta diklat mampu memeriksa hasil perawatan PC
4. Peserta diklat mampu melakukan tindakan korektif dan melaporkan hasil
perawatan PC.
4
E. KOMPETENSI
Kompetensi : Melakukan perawatan PC
Kode : HDW.MNT.101.(2).A
Durasi Pemelajaran : 80 jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
2 1 2 2 1 2 2
KONDISI KINERJA
1. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya :
§ SOP perawatan PC;
§ Instruction Manual dari masing-masing peralatan;
§ Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan;
§ Peralatan atau instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.
2. Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya :
§ HDW.MNT.203.(2).A Melakukan perbaikan dan / atau setting ulang sistem PC
3. Pengetahuan yang dibutuhkan :
§ Alat ukur listrik;
§ Konfigurasi dan spesifikasi perangkat PC, termasuk komponen pada bagian input, proses dan output.
§ Cara kerja komponen / modul yang perlu perawatan;
§ Tujuan, produk, prosedur dan cara penggunaan peralatan untuk perawatan;
§ Prosedur, peralatan dan persoalan lingkungan kerja yang berkaitan dengan proteksi sistem;
§ Penanganan permasalahan perawatan PC, periferal dan konektifitas jaringan.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Menyiapkan perawatan
PC
§ Jadwal dan prosedur
perawatan disiapkan
§ Peralatan perawatan
(tools kit) disiapkan.
§ Peralatan dan bahan pembersih
disiapkan
§ Status/history/log sheet
hasil perawatan
sebelumnya diperiksa, jika
ada
§ Jenis alat dan bahan pembersih
yang sesuai untuk
PC
§ Melaksanakan
keaman-an dan
Keselamatan Kerja
(K3) dalam me-rawat
PC
§ Menguraikan jenis dan
sifat bahan pembersih
yang sesuai dengan
periferal.
§ Menjelaskan hubungan
antara troubleshooting
pada PC
dengan keber-sihan
komponen PC
§ Mengatur jadwal perawatan
PC
5
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
§ Bagian/komponen PC
dibersihkan menggunakan
prosedur, cara/ metode
dan bahan/ peralatan
yang sudah ditentukan
2. Melakukan perawatan
PC
§ Bagian/komponen PC,
perkabelan, dan
sambungan (periferal
maupun jaringan) diperiksa
secara fisik menggunakan
prosedur, cara/
metode dan peralatan
yang sudah ditentukan
§ Langkah-langkah
perawatan PC
§ Jenis-jenis korosi pada
komponen PC
§ Menjelaskan prosedur
pembersikan
komponen pada PC
§ Menjelaskan jenis-jenis
korosi pada komponen
dan penyebabnya
§ Membersihkan dan
merawat bagianbagian
PC secara
teratur
3. Memeriksa hasil
perawatan PC
§ PC dapat dihidupkan
dengan normal sesuai
dengan kriteria unjuk
kerja pada unit
kompetensi
HDW.OPR.101.(1).A atau
HDW.OPR.102.(1).A
§ Keberadaan dan
fungsionalitas komponen
PC hasil pengecekan
menggunakan software
utilitas sesuai dengan
spesifikasi PC yang
diperiksa
§ Penyebab dan kondisi
yang abnormal
diidentifikasi dan dicatat
§ Tindakan korektif yang
bisa segera diambil untuk
meng-atasi kondisi
abnormal sesuai dengan
SOP
§ Penggunaan software
utilitas dalam pengecekan
kondisi komponen PC
§ Memilih peralatan /
komponen PC serta
software yang akan
digunakan secara
teliti
§ Menjelaskan jenis-jenis
software utilitas yang
digunakan untuk
mengecek kondisi
komponen PC (Misal :
Norton utility, waterfall,
dan lain-lain
§ Memeriksa hasil perawatan
PC secara fisik
maupun menggunakan
software utilitas
6
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
4. Melakukan tindakan
korektif dan
melaporkan hasil
perawatan PC
§ Laporan dibuat sesuai
dengan format dan
prosedur yang ditetapkan
§ Langkah penanganan
perma-salahan pada
pengoperasian PC
§ Penyusunan laporan
§ Memperlihatkan sikap
responsif yang tepat
terhadap masalah
yang timbul
§ Menjelaskan langkahlangkah
korektif yang
dapat diambil untuk
mengatasi kondisi
abnormal
§ Menguraikan langkahlangkah
penyusunan
laporan
§ Melakukan langkah
korektif terhadap
kondisi abnormal pada
pengope-rasian PC
§ Membuat laporan
pera-watan PC
7
F. CEK KEMAMPUAN
Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah Anda miliki, maka isilah
cek lis (Ö) seperti pada table di bawah ini dengan sikap jujur dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Saya dapat
Melakukan
Pekerjaan ini
dengan
Kompeten
Sub
Kompetensi Pernyataan
Ya Tidak
Bila
Jawaban
“Ya”
Kerjakan
Menyiapkan
perawatan PC
1. Menyiapkan peralatan
dan bahan pembersih
yang digunakan untuk
perawatan PC.
2. Hubungan antara
troubleshooting pada
PC dengan kebersihan
komponen PC.
Test Formatif
1
Melakukan
perawatan PC
1. Melakukan
pembersihan
komponen pada PC
sesuai dengan
prosedur.
Test Formatif
2
Memeriksa
hasil
perawatan PC
1. Memeriksa hasil
perawatan PC secara
fisik maupun dengan
menggunakan software
utility
Test Formatif
3
Melakukan
tindakan
korektif dan
melaporkan
hasil
perawatan PC
1. Melakukan langkah
korektif terhadap
kondisi abnormal pada
pengoperasian PC
2. Membuat laporan
perawatan PC
Test Formatif
4
Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas,
maka pelajarilah modul ini.
8
BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA
Kompetensi : Melakukan perawatan PC
Sub Kompetensi : 1. Menyiapkan perawatan PC
2. Melakukan perawatan PC
3. Memeriksa hasil perawatan PC
4. Melakukan tindakan korektif dan melaporkan
hasil perawatan PC
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Menyiapkan perawatan
PC
Melakukan perawatan
PC
Memeriksa hasil
perawatan PC
Melakukan tindakan
korektif dan melaporkan
hasil perawatan PC
9
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1: Menyiapkan perawatan PC
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
mempersiapkan bahan dan peralatan yang digunakan untuk
melakukan perawatan sesuai dengan komponen.
b. Uraian Materi 1
1) Pendahuluan
Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC.
Sebuah PC terdiri dari beberapa komponen, dimana masing masing
komponen memiliki fungsi tersendiri yang akan saling berkaitan.
Walaupun komponen PC terletak dalam sebuah case komputer namun
masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas
komponen baik dari debu maupun sarang serangga. Untuk
membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan
yang sederhana seperti :
· Penyedot debu mini
· Kain kering atau tisu
· Cairan pembersih / cleaner
· Disk cleaner
· Cd Cleanet
Sedangkan untuk alat perlu disediakan:
· Obeng
· Tang
· Kuas
10
2) Bahan atau peralatan untuk membersihkan komponen PC
a) Penyedot Debu Mini
Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang digunakan untuk
menghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih
bersih. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat
dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk menyesuaikan luas
sempitnya sudut-sudut pada komponen. Alat ini sangat tepat
digunakan untuk membersihkan rangkaian di mainboard dan di sudutsudut
casing komputer.
Gambar 1. Penyedot Debu Mini
b) Kain Kering Atau Tisu dan Cairan Pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran cair
yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar
atau belum mengering. Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak
segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus
11
sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek atau kerusakan fatal
pada komponen PC. Sedangkan Cairan pembersih digunakan untuk
membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti
percikan dari tinta printer.
Gambar 2. Kain Kering dan Cairan Pembersih
c) Kuas
Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debu
atau sarang serangga. Selain itu kuas juga digunakan untuk
membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi casing. Kuas
dapat juga digunkan untuk membersihkan motherboard dan sirip
heatsink pada prosessor.
12
Gambar 3. Kuas Pembersih
d) Disk Cleaner
Disk cleaner digunakan untuk membersihkan head dari diskdrive dari
pengaruh debu atau kotoran yang menempel pada head floopy drive.
Disk cleaner terdiri dari cairan pembersih dan floopydisk yang
piringannya diganti dengan kertas tisu.
Gambar 4. Disk Cleaner
13
e) CD Cleaner
CD cleaner prinsip kerjanya sama dengan disk cleaner yaitu dengan
menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih
dengan memanfaatkan putaran. Beda cd cleaner dengan disk cleaner
hanya terletak pada bentuknya yaitu pada cd cleaner menggunakan
sikat kecil atau sirip yang dipasang pada disk.
Gambar 5. CD Cleaner
f) Obeng
Obeng merupakan peralatan penting bagi para teknisi komputer,
karena dengan alat inilah teknisi mampu membuka dan melepas
komponen dalam PC.
14
Gambar 6. Obeng
g) Tang
Jenis tang untuk keperluan teknisi dalam melakukan perawatan
komponen PC adalah tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut
banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang
kecil. Sedangkan untuk tang kombinasi digunakan untuk memotong
kabel dan keperluan lainnya.
Gambar 7. Tang
c. Rangkuman 1
Walaupun komponen PC terletak dalam sebuah casing komputer
namun masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas
komponen baik dari debu maupun sarang serangga. Untuk
15
membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan
yang sederhana seperti :
1) Penyedot debu mini
2) Kain kering atau tisu
3) Cairan pembersih / cleaner
4) Disk Cleaner
5) CD Cleaner
Sedangkan untuk alat perlu disediakan:
1) Obeng
2) Tang
3) Kuas
d. Tugas 1
1) Pelajarilah fungsi bahan-bahan pembersih yang sesuai dengan
periferal.
2) Pelajarilah lebih jauh tentang hubungan antara trouble-shooting
pada PC dengan kebersihan komponen PC.
e. Test Formatif 1
1) Jelaskan fungsi Disk Cleaner
2) Jelaskan fungsi CD Cleaner
3) Apa beda Disk Cleaner dengan CD Cleaner
f. Jawaban Test Formatif 1
1) Disk cleaner digunakan untuk head dari diskdrive dari pengaruh
debu atau kotoran yang menempel pada head floopy drive. Disk
cleaner terdiri dari cairan pembersih dan floopydisk yang
piringannya diganti dengan kertas tisu.
16
2) CD cleaner prinsip kerjanya sama dengan disk cleaner yaitu
dengan menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan
cairan pembersih dengan memanfaatkan putaran.
3) Beda CD Cleaner dengan Disk Cleaner hanya terletak pada
bentuknya yaitu pada CD Cleaner menggunakan sikat kecil atau
sirip yang dipasang pada disk.
g. Lembar Kerja 1
Alat dan Bahan
1) Unit Komputer
2) Alat pembersih yang meliputi : kuas, penyedot debu, kain,
cleaner.
Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Amatilah kondisi kebersihan komponen PC yang ada, catat dalam
hasil pengamatan.
3) Jika ada komponen PC yang trouble secara phisik, catat
penyebabnya.
4) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
5) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
17
2. Kegiatan Belajar 2: Melakukan perawatan PC
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
mengetahui prosedur melakukan pembersihan komponen pada PC
b. Uraian Materi
1) Prosedure Pembersihan Komponen pada Periferal
Untuk melakukan pembersihan komponen pada PC harus melalui cara
atau prosedure tertentu. Antara satu komponen dengan komponen
yang lain berbeda sehingga memiliki urutan atau aturan tersendiri
dalam metode pembersihannya. Berikut beberapa komponen PC yang
perlu dilakukan perawatan.
a) Casing
Casing dapat diibaratkan dengan bangunan atau rumah, dari sebuah
komputer, sehingga kekuatan dan keindahan sebuah komputer secara
fisik terletak pada casing PC. Pada casing PC biasanya terdapat power
supply, fan dan led indikator beserta saklar atau tombol-tombol power
dan reset. Permasalahan yang sering terjadi dalam case komputer
adalah debu yang terbawa oleh fan casing komputer itu sendiri atau
sarang serangga. Kotoran tersebut selain menggangu keindahan juga
dapat berdampak jelek pada fan dan komponen lain pada
motherboard. Sehingga perlu dilakukan pembersihan secara rutin. Alat
yang digunakan untuk membersih kan case komputer cukup dengan
kuas atau dengan penyedot debu mini. Untuk bagian sudut terutama
bagian depan perlu diperhatikan pengkabelan yang mudah lepas akibat
hentakan terutama pada bagian kabel untuk tombol saklar. Pada
bagian belakang yang perlu dibersihkan adalah pada bagian ventilasi
18
atau tempat fan. Karena disinilah debu semua mengumpul akibat
hembusan angin yang dibawa oleh fan.
Gambar 8. Casing PC
b) Floppy Drive
Floopy drive atau disk drive merupakan komponen komputer yang
digunakan untuk penggerak floopy atau disket sebagai media
penyimpan data.
Disk drive sangat mudah terkena debu atau kotoran yang terbawa oleh
disket sehingga dapat menganggu fungsionalitas disk drive. Gejalagejala
yang muncul akibat disk drive kotor adalah disket tidak dapat
dibaca dan kadang-kadang error. Cara untuk membersihkan disk drive
cukup dengan disk cleaner.
19
Langkah-langkah pembersihannya adalah sebagai berikut:
· Operasikan sistem komputer.
· Masukkan disk cleaner yang telah diberi cairan pembersih ke drive
A.
· Pilih drive A:\ sehingga komputer akan membaca drive A. Karena
piringan disket diganti dengan kertas tisu yang diberi cairan
pembersih maka head akan tersentuh oleh tisu tersebut sehingga
akan membersihkan head dari kotoran debu atau kotoran yang
lain.
Gambar 9. Floppy drive
c) CD-Rom dan CD-RW
CD-Rom atau CD-RW merupakan alat yang umum digunakan saat ini
untuk membaca dan menulis data ke CD. CD-Rom dan CD-RW
merupakan komponen yang sangat murah dibandingkan dengan data
yang dapat disimpannya. Masalah yang sering mengganggu pada CDRom
dan CD-RW terletak pada optik atau lensanya. Langkah yang
digunakan untuk membersihkan optic atau lensa dari debu atau
kotoran lain adalah dengan menggunakan CD cleaner. Prinsip kerja
dari CD cleaner mirip dengan disk cleaner, hanya bentuknya saja yang
berbeda.
20
Langkah-langkah pembersihannya adalah sebagai berikut:
· Operasikan sistem komputer
· Masukkan CD cleaner,
CD cleaner akan berputar dan sikat atau sirip yang melekat pada
disk atau piringan akan menyikat optic atau lensa pada CD-Rom
atau CD-RW.
Gambar 10. CD-Rom atau CD-RW
d) Hard Disk
Hard disk merupakan komponen yang penting dalam sebuah
komputer, karena sistem operasi dan semua program beserta datadata
tersimpan dalam harddisk. Hard disk merupakan barang yang
mudah rusak. Untuk melakukan perawatan dilakukan dari sisi hardware
dan software.
Untuk perawatan hard disk dari sisi hardware, perlu ditambahkan
sebuah fan untuk mengurangi panas pada hard disk. Fan ini sangat
direkomendasikan untuk hard disk dengan kecepatan 7200 rpm ke
atas. Selain itu perlu diperhatikan pengaturan kabel data agar sirkulasi
udara dapat berjalan lancar.
21
Untuk perawatan dari sisi software, cukup dengan tool-tool yang telah
tersedia ketika menginstall sistem operasi. Tool tersebut meliputi
scandisk, dan disk defragmenter. Selain tool tersebut juga terdapat
tool yang digunakan untuk melakukan low-level format. Low level
format digunakan untuk melakukan konfigurasi ulang pada hard disk
meliputi pengaturan head, cylender, dan sector. Low level format
merupakan format dari segi fisik. Untuk masing-masing merk hard disk
memiliki program tersendiri untuk low level format. Untuk merk
Seagete mengggunakan SGATFMT4, Quantum menggunkan zerrofill
atau zdisk, maxtor dengan mud dan untuk western digital dengan
wd_diag.
Scandisk adalah tool yang digunakan untuk memeriksa struktur file
sistem, tabel lokasi file (file allocation table), dan dapat untuk
mengetahui ada tidaknya bad sector. Scandisk akan berjalan dengan
otomatis setiap start jika komputer tidak dimatikan dengan benar atau
terjadi kegagalan listrik.
Disk defragmenter adalah tool yang digunakan untuk mengatur
struktur atau tata letak file sehingga akan mengurangi fragmentasi
sebuah space hard disk. Disk defragmenter perlu dilakukan secara
berkala hal ini akan meningkatkan performa sistem dan ruang hard
disk. Berikut contoh hasil proses disk defragmenter, dapat dilihat
perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan disk defragmenter.
22
Gambar 11. Hard Disk
Gambar 12. Tampilan Disk Defragmenter
Gambar 13. Tampilan Hasil Report Hard Disk
23
Gambar 13 di atas menampilkan hasil report hard disk sebelum
dilakukan defragmentasi. Dengan beberapa file yang mengalami
fragmentasi.
Gambar 14. Tampilan Report Defragmentasi
Gambar 14 di atas menerangkan bahwa file yang telah
terfragmentasi menjadi 0% atau telah hilang dan susunan ruang
kosong pada hard disk sudah tertata dengan rapi.
e) VGA Card
VGA card atau sering disebut display adapter adalah komponen
komputer yang difungsikan untuk mengolah grafik untuk ditampilkan
ke dalam layar monitor. Masalah yang sering timbull dalam VGA card
adalah panas yang berlebihan, sehingga untuk mengurangi panas yang
berlebihan perlu diperhatikan heatsink dan fan nya.
24
Sebagai perawatannya perlu dilakukan pembersihan dari debu atau
kotoran yang lain. Untuk membersihkan fan dan heatsink cukup
dengan kuas kecil karena fan pada VGA card juga kecil, sehingga harus
disesuaikan dengan ukuran fan nya. Selain itu VGA card sering
bermasalah pada fan yang berisik atau berbunyi dengan keras.
Masalah ini bersumber pada fan yang tidak kencang atau putaran fan
tidak stabil. Selain itu juga dapat disebabkan dudukan fan yang tidak
kuat sehingga tidak dapat menopang fan dengan baik. Untuk
mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan, dan
mengencangkan posisi fan dengan tepat sesuai dengan posisinya.
Gambar 15. VGA Card
f) Memori
RAM merupakan komponen primer dalam sebuah komputer. RAM
bertindak sebagai media penyimpan sementara pada sistem. Besar
25
kecil nya kapasitas RAM tergantung dari kebutuhan sistem yang akan
digunakan oleh program. Semakin besar kapasitas RAM maka akan
semakin cepat dan stabil program tersebut dijalankan. RAM bermacam
macam jenisnya diantaranya yang masih beredar adalah sebagai
berikut:
EDO RAM (banyak dijumpai pada komputer lama dan mulai jarang
ditemukan), SDRAM, DDR SDRAM, dan RDRAM. Antara jenis-jenis
tersebut berbeda bentuk fisik dan slot pad motherboard nya. RAM
perlu dilakukan perawatan agar selalu bekerja dengan optimal.
Gangguan pada RAM terletak pada konektor atau kaki-kakinya,
dimana jika RAM sering dilepas dan tersentuh oleh tangan dapat
menyebabkan korosi bahkan RAM dapat rusak akibat listrik statis.
Gambar 16. Memori
26
Gambar 17. Membersihkan RAM
Untuk membersihkan RAM dari korosi akibat sentuhan tangan dapat
dilakukan dengan menggunakan cairan pembersih atau cukup dengan
karet penghapus dengan cara menggosokan pada kaki RAM. Selain itu
juga perlu diperhatikan pemasangan pada slot RAM, perlu dipastikan
RAM tertancap dengan sempurna karena jika tidak, maka selain RAM
tidak terdeteksi oleh sistem juga dapat mengakibatkan kerusakan RAM.
g) Power Supply
Power supply merupakan jantung dari sebuah komputer, karena
semua sumber daya listrik dari komponen komputer disupply dari
power supply. Power supply berfungsi mengubah arus AC menjadi arus
DC untuk didistribusikan ke berbagai macam komponen pada
komputer. Daya power supply berkisar 150 watt sampai 350 watt.
27
Gambar 18. Power Supply PC
Untuk daya 150 watt sudah jarang dijumpai karena hanya digunakan
untuk komputer yang sederhana tanpa banyak komponen tambahan.
Sedangkan jika dalam sebuah komputer yang memiliki beberapa
banyak komponen misal: CD-ROM, CD-RW, dan menggunakan banyak
hard disk direkomendasikan menggunakan power supply 300 watt atau
lebih besar.
Perawatan yang perlu dilakukan untuk merawat power supply adalah
dengan memperhatikan kelancaran fan pada power supply. Karena
fan inilah yang mampu mengurangi panas pada power supply. Selain
itu perlu ditambahkan sebuah alat yang sering disebut stabilizer
tegangan, karena dengan alat ini akan meringankan kerja dari power
supply sehingga akan mengurangi panas yang dikeluarkan oleh power
supply.
28
h) CPU (Central Processing Unit)
Komponen ini merupakan otak dari komputer, kecepatan dan
kecerdasan prosessor tergantung dari kecepatannya ( dalam satuan
hz). Kecepatan prosesor sangat berkembang dengan cepat sampai
saat ini sudah mencapai 3.04 GHZ.
Gambar 19. CPU + Heatsink dan Fan
Prosessor memerlukan pendingin sangat ekstra. Pendingin prossessor
terdiri dari heatsink dan fan pendingin. Prosessor merupakan
komponen yang paling panas sehingga perlu dimonitor setiap saat.
Untuk perawatan pada prosessor adalah dengan memperhatikan tata
letak fan sehingga udara dapat berputar dengan lancar. Kemudian
perlu dipilih fan prosessor dengan putaran yang tinggi ( minimal 5400
rpm) dan juga perlu dipilih heatsink dengan bahan penghantar panas
29
yang baik, seperti tembaga dan aluminium. Jika sering melepas
prosessor jangan lupa untuk selalu mengoleskan silicon grease agar
penghantaran panas lebih lancar.
i) Motherboard
Motherboard merupakan tempat dari semua komponen komputer
terpasang. Motherboard digunakan untuk menghubungkan antara
komponen satu dengan yang lain. Antara motherboard yang satu
dengan yang lain berbeda tergantung dari chipset yang digunakan
dalam motherboard tersebut. Fitur yang ditawarkan oleh motherboard
sangat beragam mulai dari soundcard onboard, LAN onboard, VGA
onboard dan masih banyak fitur yang lain. Semakin banyak fitur yang
terdapat dalam motherboard maka semakin banyak panas yang
dihasilkan oleh motherboard.
Perawatan yang dilakukan pada motherboard adalah dengan menjaga
suhu dari motherboard, yaitu dengan memperlancar sirkulasi udara
pada system. Karena motherboard tempat tersambungnya berbagai
komponen maka kabel-kabel yang tersambung perlu diikat dengan
pengikat kabel, selain akan menambah rapi juga akan membuat
sirkulasi udara menjadi lancar.
Untuk gangguan dari debu dan sarang serangga cukup dibersihkan
dengan kuas atau penyedot debu mini dengan menyesuaikan ukuran
sikat pada sudut yang sempit, jangan sampai mengganggu komponen
yang terpasang, seperti RAM dan prosessor.
30
Gambar 20. Motherboard PC
j) Expansion Card
Expansion card merupakan komponen tambahan yang terpasang pada
komputer. Expansion card dapat berbagai macam jenis dan fungsinya.
Contoh expansion card adalah seperti card LAN, soundcard, tv tunner,
VGA card dan masih banyak lagi. Sedangkan menurut jenisnya terdiri
dari PCI, ISA, dan AGP.
31
Gambar 21. Expansion Card
Untuk perawatan expansion card, perlu diperhatikan kaki-kakinya dari
pengaruh korosi akibat sentuhan tangan atau penyebab yang lain.
Perawatannya cukup dengan cairan pembersih korosi atau dengan
menggosok dengan karet penghapus. Selain itu perlu juga dipastikan
expansion card terpasang dengan kuat dan sempurna.
c. Rangkuman 2
Untuk melakukan pembersihan komponen pada PC harus melalui cara
atau prosedure tertentu. Antara satu komponen dengan komponen
yang lain berbeda sehingga memiliki urutan atau aturan tersendiri
dalam metode pembersihannya.
d. Tugas 2
Bacalah Instruction Manual dari masing-masing komponen PC yang
ada di laboratorium komputer anda.
32
e. Test Formatif 2
1) Sebutkan langkah-langkah atau prosedur perawatan komponen
PC berikut ini : Hard disk, CPU, Memory, Expansion Card, Power
supply
2) Korosi yang terjadi pada PC akan mengganggu kerja peralatan
tersebut. Bagaimana prosedur perawatan yang perlu dilakukan
untuk menghindarkan korosi.
f. Jawaban Test Formatif 2
1) Lihat uraian materi halaman 19 s.d. 28
2) Prosedur perawatan untuk menghilangkan korosi : Gunakan
cairan khusus untuk menghilangkan korosi, tetapi jangan
menggunakan cairan yang mudah terbakar (seperti : alkohol,
bensin atau thinner).
g. Lembar Kerja 2
Alat dan Bahan
1) Unit komputer
2) SOP dan Instruction manual dari masing-masing komponen PC.
3) Peralatan dan Bahan Pembersih :
a) kuas
b) penyedot debu mini
c) kain atau tisu
d) cairan pembersih atau cleaner
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
33
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Lakukanlah perawatan kebersihan masing-masing komponen PC
dengan berpedoman pada uraian materi kegiatan belajar 2 serta
instruction manual yang ada.
3) Buatlah rangkuman perawatan yang telah anda lakukan pada
langkah kerja ke-2 untuk masing-masing komponen PC. Masukkan
ke Tabel 1.
4) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
5) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
Tabel 1. Rangkuman Perawatan Komponen PC
No Jenis
komponen PC
Faktor penyebab Perawatan yang
dilakukan
1 Hard disk
2 CPU
3 Memori
4 Motherboard
5 CD ROM
6
7
34
3. Kegiatan Belajar 3: Memeriksa hasil perawatan PC
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
mengetahui tool atau program yang digunakan untuk mengecek
kondisi komponen PC
b. Uraian Materi
1) Kondisi yang perlu diketahui dari komponen.
Dalam mendiagnosis kerusakan pada komponen komputer, terlebih
dahulu perlu diketahui keadaan normal dari komponen tersebut.
Berikut kondisi dari masing-masing komponen yang perlu diketahui:
a) Casing
Casing komputer jarang mengalami gangguan karena fungsinya hanya
sebagai tempat atau pelindung dari komponen komputer. Sehingga
kondisi yang perlu diperhatikan terletak pada kekuatan dan keindahan
dari case komputer. Selain itu dalam sebuah case masih terdapat
beberapa komponen seperti fan, saklar dan led indikator. Untuk
mengetahui kondisi dari komponen ini perlu dilakukan pengecekan
langsung di dalam case komputer. Perlu diperhatikan kabel saklar dan
led perlu ditata atau diikat dengan rapi . Kebersihan dari case perlu
diperhatikan karena case sangat mudah kotor dari debu dan sarang
serangga.
b) Diskdrive
Untuk mengetahui kondisi diskdrive dapat dilakukan dengan mencoba
memasukkan disket. Pastikan disket yang digunakan adalah disket
yang bagus dan sudah di coba di diskdrive yang masih bagus. Hasil
dari pembacaan disket dapat diamati dari lama tidaknya membaca
35
disket dan suara yang dihasilkan ketika membaca disket. Jika
pembacaan file cepat dan suara yang dihasilkan halus maka disk drive
dipastikan masih bagus. Dan jika suara yang dihasilkan sangat keras
dan sering mengalami kegagalan dalam membca file, diskdrive sudah
mengalami gangguan sehingga perlu dilakukan pengecekan. Satu hal
lagi yang perlu diperhatikan dalam diskdrive yaitu lampu indikator dari
disk drive. Lampu indikator ini hanya menyala jika sedang mengakses
diskdrive saja. Jika diketahui lampu diskdrive tidak menyala saat
mengakses floppy atau menyala terus walaupun tidak mengakses
flooppy maka dapat dipastikan diskdrive mengalami gangguan.
c) CD ROM atau CD RW
Untuk mengetahui kondisi CD ROM atau CD RW masih baik atau tidak,
dapat dilakukan dengan memasukkan CD. Dengan memperhatikan
kecepatan membaca file dan suara yang dihasilkan ketika membaca
sebuah CD dapat diketahui CD ROM atau CD RW masih baik atau
tidak. Suara yang bising dan kadang ada suara “krak” perlu
diperhatikan kondisi dari CD-ROM atau CD-RW sudah mengalami
gejala kerusakan pada bagian mekanik. Sedangkan jika CD mengalami
gangguan ketika membaca CD dapat diakibatkan oleh optik kotor atau
mengalami kerusakan.
d) Hard disk
Kondisi hard disk dapat dilihat dari dua sisi yaitu software dan
hardware. Namun untuk keakuratan dan ketepatan lebih baik jika
digunakan software. Dari sisi hardware hanya dapat diketahui kondisi
hard disk jika sudah mengalami gejala kerusakan yaitu dari suara hard
disk yang mulai berisik saat diakses. Sedangkan dari sisi software
dapat diketahui kondisi hardware secara lebih mendalam meliputi
kondisi ruang kosong hard disk, fragmentasi file, dan ada tidaknya bad
36
sector pada hard disk. Untuk mengetahui kondisi hard disk dapat
digunakan tool yang sudah tersedia dalam sistem operasi windows,
yaitu scandisk dan disk defragmenter.
Gambar 22. Tampilan Hasil Scandisk
e) VGA Card
Kondisi yang perlu diperhatikan untuk VGA Card yaitu dengan
memperhatikan putaran fan pada chipset VGA card tetap lancar tanpa
ada bunyi yang berisik. Sedangkan untuk sisi software dapat
digunakan tool direct X, dengan tool ini dapat diketahui ada trouble
atau tidak.
37
Gambar 33. Tampilan DirectX
f) Memori
Untuk memastikan RAM terpasang dengan benar pastikan tidak
adanya bunyi 1,2,dan 3 beep untuk AMI bios, 1-4-1, 14-2, atau 2 beep
untuk bios phoenix. Selanjutnya setelah setelah sistem dapat berjalan
dengan normal hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan
memori oleh sistem. Dengan sebuah tool seperti freeRAM xp pro dapat
diketahui kondisi ruang kosong dari RAM, dengan tool ini dapat
dilakukan penyegaran terhadap RAM atau pembersihan RAM dari
program yang tak terpakai sehingga RAM dapat bekerja optimal.
38
Gambar 34. Tampilan Hasil Pembersihan RAM
g) CPU (Central Processing Unit)
Kondisi CPU yang perlu dipantau adalah penggunaan resource dan
suhu pada prosessor tersebut. Untuk suhu prosessor dipengaruhi dari
heatsink dan fan yang digunakan. Untuk itu kondisi heatsink harus
dipastikan menempel erat dengan prosesor, sedangkan untuk fan
harus dipastikan dapat berputar dengan lancar dan memiliki puratan
minimum 5400 rpm. Satu hal lagi yang sangat penting adalah
penggunaan tegangan pada prosesoor atau sering disebut VCORE.
VCORE harus dalam lingkup toleransi, karena jika tegangan kurang
atau lebih akan bermasalah pada CPU, semua kondisi di atas dapat
dilihat dalam BIOS khususnya pada menu hardware monitor atau
untuk motherboard tertentu sudah menyediakan tool untuk memantau
kondisi dari suhu dan tegangan prosesor.
39
Gambar 35. Tampilan Bios Setup
h) Power supply
Untuk kondisi power supply yang perlu diperhatikan adalah tegangan
keluaran 12 volt dan 5 volt nya. Untuk mengetahui tegangan ini dapat
digunakan multimeter atau dengan melihat dalam BIOS khususnya
pada menu hardware monitor.
i) Motherboard
Kondisi yang perlu diperhatikan dalam motherboard adalah suhu dan
fungsionalitas sistem itu sendiri. Untuk suhu dapat diketahui dari
hardware monitor atau mengunakan tool bawaan motherboard.
Sedangkan untuk fungsionalitas sistem dapat diketahui dengan melihat
tampilan hasil pada device manager.
40
j) Expansion card
Kondisi secara umum yang perku diketahui pada expansion card
adalah posisi expansion card yang telah terpasang dengan sempurna
pada pca slot ISA atau PCI dengan benar. Jika komponen ini telah
terpasang dengan benar maka komponen tersebut akan terdekteksi
oleh sistem, dan selanjutnya tinggal menginstall driver yang sesuai.
Komponen yang sudah dikenal oleh sistem akan otomatis terdeteksi
dan dapat digunakan oleh sistem PC.
2) Tool atau program check komponen
a) Bios
Bios merupakan firmware yaitu sebuah tool yang telah disediakan
dalam motherboard. Cara untuk masuk kedalam bios tergantung dari
merk bios yang digunakan. Untuk jenis bios AMI AWARD dengan
menekan tombol del saat start komputer, sedangkan untuk bios yang
lain dengan menekan F2 atau F1 (tergantung optional di BIOS). Bios
dapat digunakan untuk mendeteksi hard disk yang terpasang dan
dapat juga digunakan untuk mengetahui kondisi suhu dari CPU, dan
motherboard. Selain mendeteksi suhu dapat juga digunakan untuk
mendeteksi kecepatan putaran fan CPU dan FAN system motherboard.
Tegangan juga dapat diketahui dari bios, tegangan yang dapat
dimonitor adalah tegangan pada CPU atau VCORE serta, tegangan 3.3
volt, 5.0 volt dan tegangan 12 volt.
41
Gambar 36. Tampilan Bios Setup (Lanjutan)
b) Device manger
Device manager digunakan untuk mengetahui kondisi komponen PC
secara menyeluruh. Yaitu kondisi bahwa komponen sudah dapat
dideteksi oleh sistem atau kondisi komponen tidak mengalami trouble
pada drivernya. Device manager juga dapat digunakan untuk
menghidupkan dan mematikan komponen untuk keperluan tertentu.
Dari device manager inilah dapat dilakukan update driver.
42
Gambar 37. Tampilan Device Manager
c) Disk defragmenter
Disk defragmenter merupakan tool bawaan windows, tool ini
digunakan untuk merawat hard disk dari file yang terfragmentasi. File
yang terfragmentasi akan mengurangi space hard disk dan akan
memperlambat sistem.
Gambar 38. Tampilan Hasil Disk Defragmenter
d) DirecxtX
DirectX digunakan untuk mendiagnosis secara keseluruhan komponen
yang berhubungan dengan multimedia, seperti VGA card, soundcard,
dan LAN card. Selain digunakan untuk mengetahui kondisi di atas
directX juga dilengkapi dengan tool yang mampu digunakan untuk
mendiagnosa sebuah komponen dalam kondisi trouble atau tidak.
Untuk VGA card dilengkapi dengan test directdraw dan test direct3D,
43
untuk sound dan music dilengkapi dengan test direct music dan test
direct sound.
Gambar 39. Tampilan Kondisi Sistem yang Digunakan
Gambar 39 di atas memberikan gambaran kondisi sistem mulai dari
sistem operasi yang digunakan, clock CPU, jenis chipset dan system
manufacture, BIOS, memory dan penggunaan page file.
Gambar 40 memberikan gambaran tentang display adapter atau VGA
card, mulai dari device, manufacture, drivers. Dalam menu ini terdapat
tool yang digunakan untuk menambahkan akselerasi, yaitu akselerasi
untuk directdraw, akselerasi direct3D, dan akselerasi teksture AGP.
44
Gambar 40. Tampilan Kondisi Display Adapter atau VGA Card
Gambar 41. Tampilan Kondisi Sound dari Devices dan Drivernya
45
Gambar 41 di atas memberikan gambaran tentang sound dari devices
dan drivernya. Selain memberikan kondisi tentang soundcard
dilengkapi dengan tool untuk mengatur level akselerasi dari hardware
sound. Test directsound juga terdapat dalam menu ini untuk
mengetahui dukungan hardware dengan akselerasi yang disediakan.
e) Scandisk
Scandisk digunakan untuk melakukan perawatan hard disk dan system,
meliputi: file alocation table, struktur file, ada tidaknya bad sector
dalam hard disk. Tool ini akan otomatis dijalankan saat start ketika
terjadi unclean shutdown akibat gagal listrik atau salah menekan
tombol power.
Gambar 42. Tampilan Scandisk
Tool scandisk dapat dipanggil dari start à programà accesoriessà
system tool à scandisk. Setelah terlihat gambar di atas maka akan
disediakan pilihan untuk memilih drive apa yang akan discan dan juga
46
terdapat dua pilihan jenis scan yang diberikan yaitu standard format
dan trough format. Standard format hanya akan mengecek file dan
foler yang error, sedangkan through digunakan untuk men-scan file
dan folder dari error ditambah dengan scan surface hard disk.
Gambar 43. Tampilan Hasil Scandisk
Hasil scandisk dapat dilihat seperti gambar di atas, dimana akan
ditunjukkan hasil report meliputi kapasitas, ruang kosong hard disk,
ada atau tidaknya bad sector, jumlah file dan folder termasuk yang
terhidden dapat terlihat dalam report scan disk.
f) Free RAM XP pro 1.40
Free RAM XP pro 1.40 merupakan freeware, tool ini digunakan untuk
memonitor pengunaan dari resource dari RAM, CPU, virtual memory,
penggunaan memory secara menyeluruh dalam sistem, dan lama
uptime sebuah komputer.
47
Gambar 44. Tampilan Hasil Cek RAM
Sedangkan perintah go digunakan untuk membersihkan RAM dari
penggunaan program yang tak terpakai lagi. Seperti terlihat dalam
gambar dibawah ini.
48
Gambar 45. Tampilan Hasil Cek RAM (Lanjutan)
Hasil akhirnya akan ditampilkan report hasil dari pembersihan dengan
tool freeRAM XP pro 1.4 seperti seperti di bawah ini.
Gambar 46. Tampilan Hasil Cek RAM (Lanjutan)
Berdasarkan report pada gambar 46 di atas dapat diketahui perbedaan
dari jumlah free space dari sebelum dilakukan pembersihan dan
setelah dilakukan pembersihan.
c. Rangkuman 3
1) Untuk melakukan perawatan PC terlebih dahulu harus mengetahui
informasi komponen yang terpasang pada PC. Informasi ini dapat
dilakukan dengan menggunakan software utilitas/tool yang tersedia
pada windows ataupun software yang disertakan oleh vendornya.
2) Beberapa tool yang digunakan untuk mengecek komponen PC:
- Device Manager
- Bios
49
- Direct X
- Disk Defragmenter
- Scan Disk
- Free RAM XP pro 1.40
d. Tugas 3
Operasikanlah beberapa software yang tersedia untuk mengetahui
informasi kondisi komponen PC yang ada.
e. Test Formatif 3
Jelaskan fungsi masing-masing software berikut :
1) Device Manager
2) Bios
3) Direct X
4) Disk Defragmenter
5) Scan Disk
6) Free RAM XP pro 1.40
f. Jawaban Test Formatif 3
1) Device manager digunakan untuk mengetahui kondisi komponen
PC secara menyeluruh. Yaitu kondisi bahwa komponen sudah
dapat dideteksi oleh sistem atau kondisi komponen tidak
mengalami trouble pada drivernya.
2) Bios dapat digunakan untuk mendeteksi hard disk yang terpasang
dan dapat juga digunakan untuk mengetahui kondisi suhu dari
CPU, dan motherboard. Selain mendeteksi suhu dapat juga
digunakan untuk mendeteksi kecepatan putaran fan CPU dan FAN
system motherboard.
50
3) DirectX digunakan untuk mendiagnosis secara keseluruhan
komponen yang berhubungan dengan multimedia, seperti VGA
card, soundcard, dan LAN card.
4) Disk defragmenter merupakan tool bawaan windows, tool ini
digunakan untuk merawat hard disk dari file yang terfragmentasi.
File yang terfragmentasi akan mengurangi space hard disk dan
akan memperlambat sistem
5) Scan disk digunakan untuk melakukan perawatan hard disk dan
system, meliputi: file alocation table, struktur file, ada tidaknya
bad sector dalam hard disk. Tool ini akan otomatis dijalankan saat
start ketika terjadi unclean shutdown akibat gagal listrik atau
salah menekan tombol power.
6) Free RAM XP pro 1.40 merupakan freeware, tool ini digunakan
untuk memonitor pengunaan dari resource dari RAM, CPU, virtual
memory, penggunaan memory secara menyeluruh dalam sistem,
dan lama uptime sebuah komputer.
g. Lembar Kerja 3
Alat dan Bahan
1) Unit komputer
2) Software untuk perawatan PC
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
51
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Operasikanlah tool device manager untuk melihat keseluruhan
hardware yang ada pada komputer anda.
3) Operasikanlah tool scan disk untuk mengetahui kondisi hard disk.
4) Operasikanlah tool disk defragmenter untuk merawat hard disk
dari file yang terfragmentasi
5) Operasikanlah tool DirectX untuk mendiagnosis secara
keseluruhan komponen yang berhubungan dengan multimedia,
seperti VGA card, soundcard, dan LAN card.
6) Operasikanlah tool Free RAM XP pro 1.40 yang digunakan untuk
memonitor pengunaan dari resource dari RAM, CPU, virtual
memory,
7) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
8) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
52
4. Kegiatan Belajar 4: Melakukan tindakan korektif dan
melaporkan hasil perawatan PC
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
melakukan tindakan korektif dan mampu melaporkan hasil perawatan
PC dalam bentuk logsheet.
b. Uraian Materi 1
1) Tindakan korektif
Tindakan korektif dimaksudkan langkah awal jika suatu komponen
mengalami gejala yang mengindikasikan kerusakan pada komponen.
Gejala abnormal pada komponen dapat diketahui dari pesan kesalahan
dalam komputer. Tindakan korektif yang perlu dilakukan adalah
dengan mengenali pesan kesalahan yang muncul. Kemudian dari
pesan kesalahan tersebut dapat diisolasi ke dalam lingkup yang lebih
kecil, sebagai contoh: perlu diketahui arti pesan kesalahan berupa
beep pada saat boot komputer. Dengan mengetahui maksud atau arti
dari pesan kesalahan tersebut maka dapat diketahui komponen apa
yang mengalami kerusakan. Dengan mengetahui arti pesan kesalahan
dapat diisolasi kerusakan pada bagian komponen tertentu. Selain juga
perlu memperhatikan kapan pesan kesalahan itu terjadi, dengan
mengetahui bagian kesalahan ini akan dapat mempersempit ruang
lingkup kesalahan yang timbul dari hardware atau software.
Setelah mengetahui komponen apa yang mengalami kerusakan perlu
dicari penyebab kerusakan komponen cara ini dapat dilakukan dengan
membaca logshet sebelumnya.
53
2) Penyusunan laporan
Setiap terjadi kerusakan atau maintenance pada sebuah PC perlu
dilakukan pencatatan atau pembuatan laporan. Laporan dapat berupa
logsheet atu sejenisnya, dengan logsheet yang dibuat setiap
melakukan maintenance atau tindakan perawatan terhadap PC akan
mempermudah pengecekan kondisi PC.
Dalam logshhet yang perlu dilaporkan meliputi:
Ø Tanggal: waktu kapan dilakukan maintenance suatu komponen
Ø Nama komponen: nama atau jenis komponen
Ø Gejala kerusakan : gejala dari komponen PC yang mengalami
kerusakan
Ø Tindakan korektif : tindakan yang dilakukan untuk melakukan
perbaikan terhadap komponen PC
Ø Keterangan: dapat berupa hasil dari perbaikan dari komponen
baik dapat diperbaiki maupun tidak dapat diperbaiki
Tabel log sheet
No Tanggal Nama
Komponen PC Gejala Kerusakan Tindakan Korektif Keterangan
54
c. Rangkuman 4
1) Tindakan korektif dimaksudkan sebagai langkah awal yang dapat
diambil untuk mengatasi kondisi abnormal.
2) Gejala abnormal pada komponen PC dapat diketahui dari pesan
kesalahan dalam komputer.
3) Tindakan korektif yang perlu dilakukan adalah dengan mengenali
pesan kesalahan yang muncul.
4) Setiap terjadi kerusakan atau maintenance pada sebuah komponen
PC perlu dilakukan pencatatan atau pembuatan laporan. Laporan
dapat berupa log sheet atau sejenisnya.
d. Tugas 4
1) Lakukanlah langkah-langkah korektif yang perlu dilakukan untuk
perawatan PC yang ada.
2) Lakukanlah pencatatan dan pembuatan laporan untuk perawatan
PC dalam logsheet yang tersedia.
e. Test Formatif 4
1) Tindakan korektif apa yang perlu dilakukan untuk menjaga agar PC
tetap dapat berfungsi dengan baik.
2) Uraikanlah langkah-langkah pembuatan laporan perawatan PC.
f. Jawaban Test Formatif 4
1) Selalu menjaga kebersihan komponen pada PC, baik dari kotoran
cair maupun debu. Selain dari pada itu juga selalu melakukan
pengecekan komponen PC dengan menggunakan software yang
tersedia pada windows maupun software yang disediakan oleh
vendornya. Buat jadwal rutin untuk perawatan PC.
2) Lihat halaman 47 s.d 48
55
g. Lembar Kerja 4
Alat dan Bahan
1) Unit komputer
2) Logsheet untuk masing-masing periferal
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Lakukan operasi booting komputer, amatilah dan catat gejala
kerusakan yang muncul. Jika ada pesan kesalahan catat pada
logsheet yang tersedia.
Logsheet untuk perawatan PC
No Tanggal Nama
Komponen PC
Gejala
kerusakan
Tindakan
korektif keterangan
1
2
3
4
5
6
7
8
3) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
4) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
56
BAB III
EVALUASI
A. PERTANYAAN
1. Uraikanlah jenis dan sifat bahan pembersih yang sesuai untuk
perawatan PC
2. Jelaskan hubungan antara troubleshooting pada PC dengan
kebersihan komponen PC.
3. Jelaskan prosedur pembersihan komponen pada PC
4. Jelaskan jenis-jenis korosi pada komponen PC dan penyebabnya.
5. Jelaskan jenis-jenis software utilitas yang digunakan untuk
mengecek kondisi PC.
6. Lakukan perawatan PC dengan software
7. Lakukan perawatan Power Supply dari PC
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI
1. Jenis-jenis bahan pembersih :
· Kuas
· Penyedot debu mini
· Kain kering atau tisu
· Cairan pembersih / cleaner
· CD Cleaner
2. Kebersihan komponen sangat berpengaruh terhadap kinerja PC.
Contoh : kotoran pada disk drive akan mengakibatkan data pada
floppy disk tidak dapat disimpan atau dibaca.
3. Prosedur pembersihan komponen tergantung dengan jenis
komponen PC yang dibersihkan, prosedur selengkapnya lihat
halaman 9 s.d. 13
57
4. Korosi disebabkan oleh kotoran cair, biasanya terjadi pada konektor
dan head printer.
5. Software yang digunakan untuk pengecekan PCl antara lain Device
manager, disk defragmenter, Scan disk, DirextX.
6. Evaluasi no. 6 dan 7. Penilaian berdasarkan kebenaran prosedur
yang dilakukan , keselamatan kerja , hasil yang diperoleh.
C. KRITERIA KELULUSAN
Aspek
Skor
(1-10)
Bobot Nilai Keterangan
Kognitif (soal no 1 s/d 6) 4
Kebenaran prosedur perawatan 3
Hasil 2
Keselamatan kerja 1
Nilai Akhir
Syarat lulus nilai
minimal 70 dan
skor setiap
aspek minimal 7
Kategori kelulusan:
70 – 79 : Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja dengan bimbingan.
80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
58
BAB IV
PENUTUP
Demikianlah modul pemelajaran Melakukan perawatan PC. Materi yang
telah dibahas dalam modul ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar
saja bagi peserta diklat untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan peserta
diklat memanfaatkan modul ini sebagai motivasi untuk menguasai teknik
perawatan PC ini lebih jauh.
Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta
evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta diklat dapat
dinyatakan lulus/tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat
melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kududukan
modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat
harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul
selanjutnya.
59
DAFTAR PUSTAKA
Charles M. Kozierok, 2001 PC Guide version 2.2.0.
http://www.pcguide.com
David M. Stone & Alfred Poor. 2001. Troubleshooting Your PC. PT Elex
Media Komputindo. Jakarta.
Human Resource Development Team, 2003 Understandig Your PC.
University of Kentucky
Staff Development Los Angeles Valley College, 2001. Cleaning Your
Computer. http://www.lavc.edu/IT/
Team Official Acmehowto. 2000. How To Diagnose PC Hardware
Problems. http://www.acmehowto.com/pc/problem/
Diposting oleh mr.agung di 9/22/2008
